Polres Gresik Beri Penghargaan Enam Personel dan Dua Warga, Pengungkapan Pencurian Kabel Jadi Sorotan

Reporter : Redaksi

GRESIK, (suara-publik.com) – Polres Gresik memberikan penghargaan kepada enam personel berprestasi dan dua warga masyarakat yang dinilai berkontribusi nyata dalam mendukung tugas kepolisian serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Gresik.

Pemberian penghargaan periode Juli 2026 tersebut digelar dalam upacara di Halaman Apel Mapolres Gresik, Senin (10/8/2026) pagi. Upacara dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution selaku inspektur upacara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, serta seluruh personel Perwira, Bintara dan ASN Polres Gresik.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap prestasi, dedikasi dan kontribusi yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap pelaksanaan tugas kepolisian.

Enam personel Satreskrim Polres Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian kabel pudeng milik PT PLN. Pengungkapan perkara tersebut menjadi bukti keseriusan aparat dalam mengamankan aset vital sekaligus membendung aksi kriminal yang berpotensi mengganggu kepentingan pelayanan publik.

Tak hanya personel kepolisian, dua warga masyarakat Gresik juga mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam membantu tugas kepolisian.

Salah satu warga dinilai berperan dalam pelaporan melalui aplikasi e-Sisdivkum yang turut mengantarkan Polres Gresik meraih Juara II tingkat Polda Jawa Timur.

Sementara penerima penghargaan lainnya menunjukkan keberanian dan kesigapan dalam membantu menggagalkan aksi pencurian kabel tembaga dengan berat sekitar 2.900 gram.

Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi sinyal bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian. Partisipasi warga yang cepat melaporkan maupun bertindak sesuai kapasitasnya dapat menjadi mata rantai penting dalam mencegah kejahatan dan mempersempit ruang gerak pelaku.

Sinergi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara Polri, Pamswakarsa, satuan pengamanan dan masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Gresik.

Dalam amanatnya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa penghargaan merupakan bentuk apresiasi resmi institusi kepada personel maupun masyarakat yang menunjukkan prestasi, dedikasi dan pengabdian.

“Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan, keteladanan dan motivasi untuk meningkatkan kinerja, loyalitas serta dedikasi bagi kita semua sebagai wujud keberhasilan Jogo Gresik,” ujar AKBP Ramadhan.

Namun, Kapolres mengingatkan bahwa pemberian reward tidak berdiri sendiri. Penghargaan berjalan beriringan dengan penerapan punishment bagi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

Setiap personel yang melakukan pelanggaran disiplin maupun hukum, kata dia, akan tetap diberikan sanksi secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Reward dan punishment harus berjalan seimbang. Prestasi diberikan penghargaan, sementara pelanggaran tetap ditindak sesuai aturan,” tegasnya.

Menurut AKBP Ramadhan, penghargaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Prestasi yang diberikan apresiasi harus menjadi pemantik bagi seluruh personel untuk meningkatkan kualitas kerja, loyalitas dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan. Prestasi tersebut diharapkan dapat dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi personel lain dan masyarakat Gresik.

“Saya ingin mengajak kita sekalian, khususnya personel Polres Gresik, agar senantiasa menjadi anggota Polri yang bisa merasa, bukan merasa bisa, dan melayani masyarakat dengan hati. Tetaplah bersyukur, ikhlas dalam bekerja, selalu berikhtiar dan berdoa,” pungkasnya.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya diukur dari seberapa banyak kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari seberapa kuat kepolisian membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat.

Kolaborasi antara aparat dan masyarakat pun menjadi modal penting untuk memperkuat Jogo Gresik, sekaligus memastikan ruang bagi pelaku kejahatan semakin sempit di wilayah hukum Polres Gresik. (74ck)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru