10.000 Mangrove Ditanam di Randuboto, Gresik Perkuat Benteng Pesisir Hadapi Perubahan Iklim

Reporter : Redaksi

GRESIK, (suara-publik.com) – Upaya memperkuat ketahanan ekosistem pesisir di Kabupaten Gresik kembali digencarkan. Polres Gresik bersama Forkopimda Gresik dan PT Smelting menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan Pelabuhan Randuboto, Kecamatan Sidayu, Selasa (11/8/2026).

Aksi bertajuk “Penanaman 10.000 Mangrove sebagai Wujud Komitmen dalam Mendukung Pelestarian Lingkungan” tersebut menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia industri, hingga masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Kegiatan dihadiri Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, Presiden Direktur PT Smelting Dharma Hutama Djojonegoro, jajaran pimpinan PT Freeport Indonesia, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Forkopimcam Sidayu, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan pemutaran video edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove. Acara kemudian diisi penyerahan bantuan secara simbolis dan penanaman bibit mangrove secara langsung oleh jajaran Forkopimda bersama manajemen perusahaan.

Tak sekadar berorientasi pada penghijauan, kegiatan tersebut juga dikemas dengan sejumlah agenda pendukung. Di antaranya Green Commitment, peninjauan bazar UMKM lokal Desa Randuboto, serta lomba mewarnai yang melibatkan pelajar tingkat TK dan SD.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dinilainya menjadi kekuatan penting dalam upaya konservasi dan rehabilitasi kawasan pesisir.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah, perusahaan melalui program CSR, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

“Langkah ini menunjukkan keterpaduan yang luar biasa. Pemerintah, korporasi melalui CSR, pemerintah desa, hingga komunitas bergerak bersama. Konservasi dan rehabilitasi ini penting untuk menghadapi perubahan iklim yang dampaknya makin terasa,” ungkapnya.

Presiden Direktur PT Smelting Dharma Hutama Djojonegoro menegaskan, penanaman 10.000 bibit mangrove tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis. Aksi itu disebut sebagai tahap awal dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memastikan kepolisian mendukung penuh kegiatan pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah hukum Polres Gresik.

"Polres Gresik mendukung penuh kegiatan aksi hijau ini. Penanaman mangrove bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah strategis dalam menjaga keselamatan lingkungan, mencegah abrasi, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” tegas Ramadhan.

Ia berharap sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Perawatan dan keberlanjutan mangrove juga harus menjadi perhatian agar bibit yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

"Semoga sinergitas antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin erat demi mewujudkan Kabupaten Gresik yang aman, hijau, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Penanaman 10.000 mangrove di Randuboto menjadi langkah konkret memperkuat kawasan pesisir menghadapi ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim. Jika dirawat secara konsisten, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang ekowisata sekaligus menopang perekonomian masyarakat melalui aktivitas ekonomi berbasis lingkungan.

Lebih dari sekadar menanam pohon, keberhasilan program ini pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak menjaga mangrove tetap hidup, tumbuh, dan berfungsi sebagai benteng alami pesisir Gresik. (74ck)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru