GMBI Distrik Gresik Konsisten Gelar Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa, Tanamkan Nilai Agama dan Moral

Reporter : Redaksi

LAMONGAN, (suara-publik.com) – Kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa terus ditunjukkan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Gresik. Organisasi yang diketuai Muhammad Hudin tersebut secara rutin menggelar kegiatan santunan setiap satu pekan sekali sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membangun nilai keagamaan dan moral di tengah masyarakat.

Kegiatan rutin tersebut digelar di Rumah Makan Lesehan Kangen Djadoel, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Minggu (30/8/2026). Sejumlah anak yatim dan kaum dhuafa hadir dalam kegiatan yang dikemas sederhana, namun sarat dengan pesan sosial dan keagamaan.

Sebelum acara dimulai, Muhammad Hudin mengajak anak-anak untuk bersama-sama memanjatkan doa dan bersholawat. Momentum tersebut menjadi bagian penting untuk menanamkan nilai religius sekaligus membangun kebersamaan dengan anak-anak yang menjadi penerima santunan.

LSM GMBI Distrik Gresik dalam kegiatan tersebut dipimpin Muhammad Hudin sebagai ketua, Abdul Fatah sebagai sekretaris, dan Endah sebagai bendahara.

Tidak hanya memberikan santunan, Hudin juga memberikan wawasan kepada anak-anak mengenai kehidupan dan peradaban masa lalu. Salah satunya dengan mengenalkan konsep warung Kangen Djadoel yang mengusung nuansa dan ciri khas kehidupan masyarakat pada masa lampau, sebelum perkembangan teknologi dan modernisasi berkembang pesat seperti sekarang.

Menurut Hudin, pengenalan terhadap budaya masa lalu penting dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan pemahaman terhadap akar tradisi dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur.

Selain wawasan budaya, Hudin juga menyampaikan materi keagamaan serta memberikan arahan mengenai pentingnya moral, etika, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.

Hudin juga menekankan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang memberikan manfaat, bukan justru menjadi sumber persoalan bagi generasi muda.

“Gunakan teknologi dengan baik. Kalau digunakan dengan baik, manfaat yang ditimbulkan juga akan baik,” pesan Hudin dalam kegiatan tersebut.

Usai penyampaian materi dan ramah tamah, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama serta pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Muhammad Hudin menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten. Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sosial dan kelembagaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Kepedulian ini lahir dari hati nurani untuk memberikan perhatian kepada mereka,” pungkasnya.

Kegiatan santunan rutin tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu momentum tertentu. Konsistensi dalam berbagi menjadi pesan utama yang terus dibangun GMBI Distrik Gresik melalui kegiatan sosial yang dilakukan secara berkala. (74ck/Mar)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru