GRESIK, (suara-publik.com) – Pemerintah Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, menggelar tasyakuran Sedekah Bumi sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Padeg, Sabtu (29/8/2026), tersebut diikuti masyarakat secara guyub dan penuh semangat kebersamaan.
Tradisi tahunan itu tidak sekadar menjadi momentum doa bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga gotong royong, sekaligus melestarikan adat dan budaya Jawa yang diwariskan para leluhur.
Sebelum acara utama berlangsung, Kepala Desa Padeg Iswoyo, SH, bersama warga terlebih dahulu melaksanakan ziarah dan mengirim doa kepada para leluhur, yakni Mbah Sayyid Syafi'uddin dan Mbah Sayyid Sa'ad Ibrahim yang makamnya berada di kompleks pendopo Balai Desa Padeg. Keduanya dikenal sebagai sesepuh yang memiliki sejarah penting bagi masyarakat Desa Padeg.
Doa bersama dan istighosah tersebut dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang diterima masyarakat. Warga juga memohon agar Desa Padeg senantiasa dijauhkan dari musibah dan masyarakatnya hidup dalam suasana aman, tenteram, dan harmonis.
Kepala Desa Padeg Iswoyo mengatakan, Sedekah Bumi pada hakikatnya merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Sedekah Bumi ini tidak lain adalah bentuk rasa syukur atas rezeki, kesehatan dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat. Kami berharap warga Desa Padeg selalu adem ayem, tentrem, rukun, serta ke depan kehidupannya semakin baik,” ujar Iswoyo.
Menurutnya, Sedekah Bumi merupakan adat dan warisan budaya Jawa yang telah diturunkan secara turun-temurun. Tradisi tersebut hingga kini masih dipertahankan dalam bentuk selamatan, istighosah, doa bersama, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Ini merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang sampai sekarang masih kami lestarikan. Mudah-mudahan seluruh warga Desa Padeg senantiasa mendapat keberkahan, kesehatan, keselamatan dan rezeki yang melimpah dari Allah SWT,” katanya.
Selain Sedekah Bumi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peringatan HUT RI ke-81. Dalam kesempatan itu, Iswoyo menyampaikan harapan agar pembangunan dan kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian, mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Ia menyinggung pentingnya pengairan dan normalisasi saluran irigasi di Desa Padeg agar aktivitas pertanian masyarakat berjalan lebih lancar.
“Untuk pengairan di Desa Padeg, kami berharap seluruhnya bisa terealisasi. Saat ini normalisasi saluran irigasi juga mulai dilakukan. Mudah-mudahan dengan pengairan yang semakin baik, masyarakat bisa menjalankan pertanian dengan lancar dan hasilnya semakin sukses,” ungkapnya.
Iswoyo juga mengajak masyarakat mempertahankan kekompakan dan budaya gotong royong. Menurutnya, kekuatan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kerukunan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh warga yang sampai hari ini masih guyub rukun dan mau melestarikan adat budaya Jawa yang diwariskan leluhur. Melalui istighosah dan Sedekah Bumi ini, kita bersama-sama berdoa agar seluruh warga diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah dan dijauhkan dari segala musibah,” tuturnya.
Semarak Sedekah Bumi semakin terasa ketika warga berbondong-bondong membawa tumpeng ke Balai Desa. Tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi dan rezeki yang diperoleh masyarakat selama setahun terakhir.
Kekompakan warga dan panitia terlihat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Tradisi ngeruwat atau selamatan desa tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
Sedekah Bumi, bagi warga Desa Padeg, bukan sekadar tradisi seremonial. Di dalamnya terdapat nilai gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil pertanian dan rezeki yang diberikan.
Iswoyo menegaskan, kegiatan tersebut akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan selama mendapat dukungan masyarakat.
“Sedekah Bumi dalam bentuk selamatan ini merupakan agenda penting dalam kehidupan bermasyarakat di desa. Ini adalah rutinitas tahunan. Banyak kegiatan kemasyarakatan yang diwariskan sejak zaman nenek moyang hingga sekarang dan tetap kami jaga serta lestarikan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Cerme Umar Hasyim mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Bumi yang masih dipertahankan masyarakat Desa Padeg. Ia berharap tradisi tersebut memberikan energi positif bagi kehidupan sosial sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan warga.
“Tujuan Sedekah Bumi ini adalah berharap dan berdoa agar masyarakat Desa Padeg diberikan kelancaran rezeki, keselamatan dan hasil panen yang melimpah. Semoga warga juga dijauhkan dari kesulitan dan beban utang,” ujar Umar.
Ia berharap tradisi tersebut tidak berhenti pada generasi saat ini, tetapi terus diwariskan kepada anak cucu.
“Semoga Sedekah Bumi ini terus berlanjut kepada anak cucu, dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dan warga Desa Padeg tetap rukun, guyub dan kompak,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolsek Cerme, Danramil Cerme, Camat Cerme Umar Hasyim, anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PPP Imam Syaifudin Dapil II Duduk Sampeyan, tokoh agama, BPD, RT, RW, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan pada malam hari dengan pagelaran seni wayang kulit dari Karang Andong. Pertunjukan tersebut menjadi penutup sekaligus simbol bahwa pelestarian budaya lokal tetap dapat berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan dan pembangunan desa. (74ck/Mar)
Editor : Redaksi