suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sedekah Rukun Nelayan Campurejo: Tradisi Petik Laut, Wujud Syukur dan Doa Keselamatan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

GRESIK, (suara-publik.com) – Tradisi adat budaya Jawa berupa selamatan atau Sedekah Rukun Nelayan kembali digelar masyarakat Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dikemas dalam acara tasyakuran petik laut tersebut berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Tradisi tahunan itu bukan sekadar seremoni budaya. Masyarakat menjadikannya sebagai momentum untuk memanjatkan doa dan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat, rezeki, serta keberkahan yang telah diterima.

Melalui tasyakuran tersebut, warga juga memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat Desa Campurejo, khususnya para nelayan dan petani laut yang menggantungkan kehidupan dari hasil laut di wilayah Kecamatan Panceng.

Kepala Desa Campurejo, Amudi, S.Pd., mengatakan tasyakuran petik laut merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun di kawasan tepi laut sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus sarana mempererat kerukunan warga.

“Ini merupakan adat budaya turun-temurun dari nenek moyang masyarakat sekitar. Setiap tahun kami laksanakan sebagai bentuk rasa syukur dan doa agar masyarakat mendapatkan keselamatan serta hasil tangkapan laut yang membawa keberkahan,” ujar Amudi saat ditemui awak media.

Amudi mengaku terharu melihat tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya, kekompakan dan semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan tradisi tersebut agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Yang membuat kami terharu adalah masyarakat masih guyub, rukun, dan kompak. Tradisi ini harus terus dilestarikan agar tidak punah,” tegasnya.

Pelaksanaan tasyakuran petik laut dikoordinasikan Ketua Rumah Nelayan (RN), Achmad Abdullatif, bersama masyarakat nelayan setempat. Persiapan kegiatan telah dilakukan jauh hari, termasuk menentukan waktu dan berbagai kebutuhan pelaksanaan acara yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran para kepala desa se-Kecamatan Panceng serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Panceng, di antaranya Kapolsek dan Danramil Panceng. Mereka turut hadir dalam agenda doa bersama dan Sedekah Rukun Nelayan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi masyarakat pesisir.

Bagi masyarakat Campurejo, tasyakuran petik laut menjadi simbol rasa syukur sekaligus pengikat kebersamaan. Di tengah tuntutan kehidupan yang semakin kompleks, tradisi tersebut tetap dipertahankan sebagai ruang bersama untuk berdoa, bersilaturahmi, dan memperkuat semangat gotong royong.

Masyarakat berharap seluruh nelayan dan petani laut di Kecamatan Panceng senantiasa diberikan keselamatan dalam menjalankan aktivitas, kelancaran rezeki, serta hasil laut yang melimpah dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat.

“Semoga seluruh warga, khususnya para petani laut di wilayah Kecamatan Panceng, selalu diberikan keberkahan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah,” pungkasnya. (74ck/Mar)

Editor :