GRESIK, (suara-publik.com) – Mengantisipasi kondisi darurat akibat kecelakaan air, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik bersama BPBD Jawa Timur dan Satpolairud Polres Gresik menggelar edukasi serta praktik penanganan korban tenggelam di Balai Dusun Tulung, Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan simulasi langsung mengenai teknik pertolongan, pencarian, dan evakuasi korban tenggelam di waduk Dusun Tulung.
Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BPBD Kabupaten Gresik Drs. Sukardi, M.M., Camat Kedamean Irwanto, Kepala Desa Tulung Supangkat, perwakilan perangkat desa, personel Satpolairud Polres Gresik, BPBD Jawa Timur, serta masyarakat setempat.
Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Drs. Sukardi, M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar untuk menghadapi situasi darurat di perairan.
Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur pertolongan pertama sangat penting agar masyarakat tidak panik ketika menghadapi insiden orang tenggelam.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah dasar penanganan korban tenggelam sehingga dapat memberikan pertolongan awal secara tepat sambil menunggu petugas yang berwenang,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Khoirul dari Satpolairud Polres Gresik menjelaskan pentingnya keselamatan penolong dalam proses penyelamatan korban tenggelam. Penolong harus memahami kondisi medan, memperhatikan risiko di lokasi kejadian, serta menggunakan peralatan keselamatan yang memadai, seperti pelampung dan perahu apabila diperlukan.
Ia juga menekankan bahwa tindakan pertolongan harus dilakukan dengan cepat, tetapi tetap mengutamakan keselamatan. Penolong tidak dianjurkan menerobos ke dalam air tanpa kemampuan dan perlengkapan yang memadai karena berisiko menambah jumlah korban.
Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan gambaran mengenai tahapan penanganan korban, mulai dari upaya penyelamatan hingga proses evakuasi. Kegiatan tersebut juga dilengkapi sesi tanya jawab agar masyarakat dapat memahami prosedur penanganan keadaan darurat secara lebih jelas.
Melalui edukasi dan simulasi tersebut, BPBD bersama Satpolairud berharap masyarakat semakin tanggap terhadap potensi kecelakaan air. Pengetahuan dasar yang tepat diharapkan mampu membantu mempercepat respons awal sekaligus meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa. (74ck/Mar)
Editor : Redaksi