Polisi Gadungan di Sergap Sesaat Setelah Pesta Pernikahan

suara-publik.com

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Tamat sudah petualangan cinta Yan (yansen) 24 tahun dalam menggaet para gadis cantik, dengan status palsunya sebagai anggota Polisi. Warga Jalan Nyamplungan Surabaya itu akhirnya terjeblos ke dalam bui setelah akal bulusnya terendus oleh petugas.

Sekilas, prejengan dari yan (yansen) memang terlihat mirip dengan Anggota Polisi sungguhan . Rambutnya cepat ditambah badannya yang tinggi dan agak kekar.

Namun, kelebihan tersebut justu disalahgunakan olehnya. Hal itu lantaran Yansen ingin digilai gadis cantik yang hendak dia nikahi. Tak hanya diajak untuk berhubungan asmara. Pelaku ini juga menikahi gadis cantik yang dia pacari.

Yansen pun hanya berbekal topi satuan korp Kepolisian, bercelana cokelat dan bersepatu PDH khas Kepolisian. Setiap kali berkencan dia pun tak pernah lupa atribut tersebut melekat. ”Saya Cuma pingin biar mudah menikahi gadis cantik yang bernama Dwi Angraeni.” aku Yansen.

Apesnya, kedok Yansen terbongkar setelah selesai melangsungkan pesta perkawinan dengan korban terakhirnya, bernama Dewi Anggraeni. Gadis cantik yang merupakan warga Jalan Sidotopo Lor 33 Surabaya.

Kapolsek Simokerto AKP. Muhammad Haris menjelaskan, tertangkapnya tersangka Yansen berawal dari kecurigaan petugas KUA Kec. Simokerto yang merasa surat - surat persyaratan perkawinan ada kejanggalan, mengetahui hal tersebut. Pihak KUA melaporkan ke Polsek Simokerto kemudian ditindak lajuti oleh anngota Intelkam untuk Pulbaket dan melaporkan kepada Ka Polsek Simokerto.
                           
Mendapat laporan tersebut, kemudian di lanjutkan penggeledan ditemukan KTP atas namanya, KTA Polisi palsu, Cap Stempel Polsi palsu dan beberapa pakaian Polri juga perlengkapannya.            Selanjutnya Pemuda asal Nyamplungan Surabaya tersebut diamankan di Mapolsek Simokerto untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya."Terangnya kamis (15/09).

Kapolsek Simokerto AKP. Muhammad Haris SH yang mendapat laporan  kecurigaan terhadap surat surat tersangka itu. Memerintahkan anak buahnya membawa ke Polsek Simokerto lantaran tidak dapat menunjukan kartu anggota (KTA) . Yansen kemudian kami jemput untuk diamankan dan diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Muhammad Haris juga menambahkan, saat diinterogasi petugas, Yansen ini sudah kesekian kalinya menipu sejumlah wanita yang kebanyakan gadis. Yansen pun kerap ngalor-ngidul dengan atribut yang dibelinya dari Pasar Turi itu. Berkat rayuan mautnya dan kedok palsunya sebagai Polisi gadungan dia pun mencari keuntungan dari hubungan tersebut, pungkasnya. (TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru