Nano GARAD: RSJ Menur Tidak Profesional, Pasien BPJS Lepas 2 Kali.

suara-publik.com

SURABAYA Suara-Publik . Rumah Sakit Jiwa Menur diduga melepaskan pasien BPJS/KIS. Pasien yang seharusnya dijaga sesuai prosedur Rumah Sakit. Namun faktanya telah terlepas seorang pasien sampai dua kali.
Hal tersebut bertolak belakang dengan profesionalisme kerja di Rumah Sakit Jiwa Menur dalam berkomitmen tentang keselamatan pasien yang terpampang di lobi Rumah Sakit.

Dedi Humas Rumah Sakit Jiwa saat ditemui menyatakan bahwa dirinya ber janji akan mempertemukan pihak LSM GARAD dengan Direktur Utama Rumah Sakit untuk segera ada penyeleseian. Karena kebetulan pasien tersebut masih kerabat dengan Ketua LSM GARAD. "suratnya sudah saya terima, insyah Allah dua hari kedepan pihak LSM bisa ketemu sama pak Dirut dan segera mendapatkan jawaban dari beliaunya" ujar Dedi kepada Suara-Publik.com.

Setelah ditunggu sesuai jadwal, pihak Rumah Sakit masih belum bisa mempertemukan pihak LSM dengan Dirut RSJ Menur. Dijanjikan hari ini Jum'at akan dipertemukan. Namun janji tinggal janji, lagi-lagi masih belum bisa bertemu dengan Dirut RSJ Menur. Tapi LSM Garad dan Suara Publik ditemui oleh Basuni selaku Penasehat Hukum RSJ Menur. "kami jawab secara resmi lewat surat, tapi sedikit gambaran tentang balasan kami. Bahwasanya pasien tersebut terlepas disaat kami ada kegiatan senam, dan pasien izin untuk ke kamar kecil. Saat kami cek ternyata pasien tidak ada, kami juga sudah melakukan pengejaran dengan radius 1km dari Rumah Sakit. Kami juga sudah meminta bantuan kepada Satpol PP untuk melakukan pengejaran tapi tetap tidak ketemu. Setelah itu kami juga menelpon pihak keluarga untuk mempertanyakan, apakah pasien tersebut ada dirumah. Kalau ada agar keluarga bisa menghubungi Rumah Sakit" ujar Basuni ber upaya menjelaskan isi surat.

Penjelasan tersebut langsung mendapat respon keras dari Achmad Anugrah atau yang akrab di panggil Nano Garad selaku ketua LSM GARAD . "itu termasuk bukan sebuah penyeleseian, jawaban tersebut malah membuat kami merasa bahwa tidak profesional sekali pegawai di Rumah Sakit tersebut. Kalau pihak Rumah Sakit melakukan apa yang sudah disampaikan. Saya yakin pasien akan bisa tertangkap. Pasien itu saat keluar masih memakai seragam RSJ. Sedangkan jalan dari Rumah Sakit itu sendiri juga jalan besar masak gak bisa ketemu sih" ujar Nano dengan nada geram.

Masih Nano yang terlihat tampak geram "begitu pasiennya kabur, kenapa pihak Rumah Sakit tidak langsung segera ke Rumah keluarga nya. Bukan memberi tahu lewat telpon begitu saja, sedangkan pasiennya sudah dua kali lepas dari situ. Kesalahan kok sampai dua kali, terus kalau kayak gitu apa disebut profesional?",ujar Nano yang terlihat tampak kesal.

"gara-gara kasus itu, hilang sudah kepercayaan kepada RSJ, keluarga merasa seperti trauma untuk memasukkan lagi. Tidak hanya itu, keluarga pasien juga kebingungan untuk biaya operasional. Belum lagi memikirkan jika keluar lagi terus terjadi apa2. Siapa yang akan bertanggung jawab, maka dari itu saya berharap pihak RSJ bisa segera mempertanggung jawabkan. Bukan hanya memberikan klarifikasi yang seolah Rumah Sakit tidak bersalah apa2. Kami juga sudah mensomasi Dirut RSJ dan kami deadline seminggu ini. Kalau tidak ada respon, kami akan melakukan aksi di Rumah Sakit" tutup Nano yang masih terlihat geram.(fik)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru