Libas Sebut Ancaman 22 Dokter Specialis Hanya Gertak Sambal

suara-publik.com

BONDOWOSO, Suara Publik

Menanggapi ancaman 22 dokter specialis yang akan melakukan aksi keprihatinan jika Bupati Bondowoso,Amin Said Husni tidak merespon tuntutannya, ditanggapi pesimis oleh salah satu LSM. Pasalnya, tuntutan 22 dokter tersebut hanyalah gertak sambal.

Seperti yang dikatakan ketua Lembaga Independen Barisan Anti Korupsi (LIBAS), Ahmad Fauzan Abdi. Kata dia kalau memang 22 dokter specialis merasa haknya dirampas, tidak harus menyurati Bupati hingga dua kali. Cukup satu kali saja, karena mereka itu para professional dibidangnya. Apalagi mereka punya keahlian yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah.

“Kalau misalkan Bupati sudah tidak merespon tuntutan mereka berarti pemerintah sudah tidak butuh lagi untuk menggunakan keahlian 22 dokter specialis itu,”kata Fauzan yang akrab dipanggil Aan ini.

Menurutnya, kasus ini dilematis bagi Pemkab Bondowoso, sebab, disatu sisi RSUD sangat membutuhkan dokter ahli, dilain pihak Bupati diduga kuat sangat menyayangi Agus Suwardjito sebagai Direktur, sehingga keputusan itu berada ditangan Bupati selaku owner RSUD.

“Bupati sama halnya makan buah simalakama, direktur dicopot sudah kadung saying, jika tidak menuruti kemauan 22 dokter specialis masyarakat menjadi korbannya,”ujarnya.

Selain itu, kasus ini membutuhkan peran serta Inspektorat dan Sekda, karena kasus ini masih menyangkut tanggung jawab kedua pejabat tersebut untuk melakukan pembinaan kepada para pegawainya. Namun, kata Aan, selama ini inspektorat dan Sekda lebih suka kasus ini mencuat daripada meredam.

“Ini sudah terbukti, bahwa kasus 22 dokter ini sudah bergulir bulan Nopember tahun 2016 kemarin, sampai sekarang belum ada penyelesaian, ini berarti kedua pejabat itu tidur atau tutup mata,”tegasnya.

Meski demikian, Aan berharap kepada Bupati sebagai pemegang kebijakan tertinggi dikabupaten Bondowoso untuk segera mengambil sikap dan memberi keputusan yang tegas. Karena jika keinginan 22 dokter specialis ini  tidak segera mendapat tanggapan, dipastikan akan terjadi bencana besar didunia kesehatan.

“Semoga saja, kedua belah pihak segera mengambil tindakan dan keputusan yang menguntungkan masyarakat Bondowoso, bukan merugikan,”imbuhnya.(her)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru