Surabaya Suara-Publik. Setelah selasa siang mengobok obok puluhan hotel dan menjaring ratusan pasangan mesum. Kali ini Satuan Polisi Pamong Praja (satpol pp) kota Surabaya yang dibantu oleh jajaran samping Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polretabes Surabaya. Selasa (14/2) malam hingga rabu (15/2) dini hari kembali melakukan sidak (operasi) lanjutan disebuah hotel yang diduga di jadiakan pesta seks bagi kaum muda mudi yang merayakan hari valentine day.
Dari empat hotel yang di sidak petugas gabungan kembali berhasil mengaruk 13 (tiga belas) pasangan bukan suami istri yang sedang asyik berduaan didalam kamar.
Dalam razia tersebut, petugas dengan seragam lengkap, menyisir Hotel Biru di kawasan Jalan Raya Gunungsari no.40 Surabaya. Hasilnya, dari penyisiran beberapa kamar, petugas tidak menemukan satu pun pasangan mesum di hotel tersebut.
Selanjutanya petugas gabungan yang berjumlah ratusan personil, melakukan sidak di hotel Nite & Day di jalan Gunungsari no.41-E Surabaya. Alhasil, dari hotel yang berlantai 7 (tujuh) ini petugas behasil mengamankan 9(sembilan) pasangan yang kedapatan asyik di kamar sedang berduaan. Mereka terkaget-kaget saat petugas menggetuk pintu kamar. Meski sempat menunggu, penghuni kamar akhirnya keluar dengan muka tertunduk.
Sementara satu penghuni kamar berusaha protes dari pengamanan petugas karena enggan diamankan petugas. Meski begitu, ia pun akhirnya juga berhasil diamankan.
Tak puas mendapatkan 9 pasangan, petugas kembali menyisir penginapan Homestay yang berada di Jalan Kutai no.38 Surabaya. Di lokasi ini, petugas berhasil mengamankan satu pasangan mesum yang enggan membuka pintunya. Namun saat ditunggu beberapa lama, petugas berhasil mengamankan satu pasangan yang tidak mempunyai surat nikah resmi ini mengaku ketiduran.
Selanjutnya petugas melakukan penyisiran di jalan Kedungsari Surabaya. Di Hotel Metro, Petugas berhasil mengamankan 3 (tiga) pasangan mesum yang sedang asyik berduaan didalam kamar.
Menurut Dhari selaku Kabid Operasional Satpol PP Surabaya, razia tersebut dilakukan pihaknya pada malam perayaan Valentine. Sebab hari kasih sayang itu banyak dimanfaatkan para pemuda-pemudi ke hal-hal negatif. “Razia ini kita lakukan secara rutin, untuk menghilangkan penyakit masyarakat (pekat). Dari 13 pasangan tersebut akan kita lakukan pendataan. Selain itu, pihaknya juga menyodorkan surat pernyataan bahwa mereka tidak akan melakukan hal yang sama,” terang Dhari,rabu (15/2).
Dhari juga menjelaskan,kami terpaksa melakukan penyegelan terhadap Hotel Nite & Day beserta hotel Metro. Sebab kedua hotel tersebut melanggar perda no. 23 tahun tahun 2012 dan perda no. 7 tahun 1999 tentang kepariwisataan dan tentang pembangunan penyekatan."Pungkasya.(TOM)
Editor : Pak RW