BONDOWOSO, Suara Publik - Kepala Desa Jambisari, Kecamatan Jambisari Darusshalah, Kabupaten Bondowoso, Maltuf al-Hidayah menyatakan, bahwasanya data penduduk miskin di desanya tidak sesuai dengan data yang sebenarnya.
Sehingga hal ini berdampak terhadap pembagian beras sejahtera (rastra) atau yang biasa disebut beras miskin (raskin). Padahal, pihak desa sudah berkali-kali melakukan validasi data penduduk miskin, namun data yang diperolehnya dari pusat masih saja tidak sesuai dengan validasi data yang dikirimkan desa ke pusat.
“Kita seringkali melakukan validasi data masyarakat miskin, tapi setelah data dari pusat turun, ternyata data itu tetap data yang dulu, bukan data yang telah kita validasi,” katanya kepada sejumlah wartawan, Senin, (27/2/2017)
Menurutnya, data pemerintah pusat selama ini asal-asalan karena jauh dari realitas masyarakat yang ada di lapangan. Hal ini tentu menimbulkan kesenjangan di tingkat desa. Mengingat banyak warga yang benar-benar miskin tidak terakomodir sebagai penerima rastra, sementara yang kaya masuk dalam data penerima rastra.
“Dari 1.025 rumah tangga penerima rastra, kita ratakan menjadi 2.800 rumah tangga. Karena data yang 1.025 itu mayoritas kondisi ekonominya sudah bagus. Sementara yang miskin tidak masuk dalam data tersebut, akhirnya melalui rembug desa, kita sepakati untuk pemerataan, dan ini sudah berjalan sekian periode atau bertahun-tahun,” ungkapnya.
Pembagian bantuan sosial dari pemerintah pusat tidak hanya soal rastra yang salah sasaran. Namun hal tersebut juga terjadi pada pembagian Kartu Indonesia Pintar(KIP) dan Kartu Indonesia Sehat(KIS). Oleh karenanya, ia berharap, pemerintah dalam melakukan verifikasi terhadap penduduk miskin harus betul-betul selektif, sehingga tidak akan menimbulkan persoalan di tingkat desa.
“Yang seringkali kali terjadi, validasi data di tingkat desa telah kita lakukan, tapi ternyata yang muncul data lama. Banyak yang sudah menikah tapi mendapatkan, KIP. Bahkan, nama keluarga yang kita coret tidak layak mendapatkan bantuan sosial, ternyata muncul lagi, ini yang menjadikan saya bingung sekaligus resah,” imbuhnya.(her)
Editor : Pak RW