Surabaya Suara-Publik. Hati hati
jika anda mendapat tawaran produk branded (bermerk), yang harganya jauh
dibawah harga asli. Karena bisa jadi produk tersebut bermasalah. Baru
baru ini, fakta tersebut ditemukan Tim Anti Bandit Satreskrim
Polrestabes Surabaya. Mereka membongkar home industri parfum branded
bermerk 'axe' palsu. Kendati botol kemasan parfum ini asli, tapi isinya
ternyata palsu. Home industri itu berada di Jalan Pogot Lama I/33, Tanah
Kali Kedinding, Kenjeran Surabaya.
Rumah
produksi parfum palsu itu merupakan rumah Sjamsu Rizal. Dari tempat
tinggal pria 47 tahun tersebut, diamankan sedikitnya 107 botol parfum
axe palsu. Selain itu, bahan bahan pembuatan juga turut diamankan.
Diantaranya 12 botol bibit parfum, sejumlah botol alkohol (ethanol), 13
botol gas korek api, alat suntik, bandrol dan plastik pembungkus botol.
"Bahan
bahan tersebut dimasukkan secara bertahap ke dalam botol axe bekas.
Tentunya dengan porsi yang sudah dihafal oleh pelaku (Rizal, red). Satu
botol, biaya produksi yang dibutuhkan pelaku hanya 8 ribu," beber
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Senin
(20/03/2017).
Botol
axe kosong, lanjut AKBP Shinto. Dibeli pelaku seharga Rp 2.000,-.
Pelaku mengaku membeli botol botol bekas axe tersebut dari daerah Bibis
Surabaya. Dalam 10 hari saja, pelaku bisa memproduksi 100 botol parfum
axe palsu. "Setelah botol diberi plastik transparan, oleh Rizal, dijual
ke pengepul seharga 10 ribu," imbuhnya. Sebulan saja, omset Rizal
mencapai 2,6 juta hingga 6,4 juta.
Selain
memproduksi parfum axe palsu, Rizal sebelumnya menjadi tukang penggosok
batu akik. Namun setelah batu akik sudah tidak trend lagi, Rizal
mencoba peruntungan dengan memproduksi parfum axe palsu tersebut. Rizal
memulai produksinya sekitar dua bulan lalu. "Saya belajar secara
otodidax saat melihat teman teman yang biasa jualan parfum isi ulang,"
aku Rizal.
Rumah
produksi Rizal sendiri digerebek oleh Tim Anti Bandit, usai mereka
menangkap Muryatmo, warga Jalan Medokan Timur II/34, Medokan Semampir
Sukolilo Surabaya. Pria 43 tahun ini ditangkap saat melintas di Jalan
Merr (Jalan Ir Soekarno), tepatnya di depan SPBU Kalijudan Mulrorejo,
Surabaya. Dia terjaring penyekatan jalur yang dilakukan oleh Tim Anti
Bandit pada Sabtu (18/03/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 Wib.
Saat
itu, Muryatmo dihentikan karena membawa sebuah tas dan sebuah kantong
plastik mencurigakan. Saat diperiksa, tas dan kantong plastik besar
tersebut ternyata berisi 77 botol parfum merk axe. Karena jumlah yang
dibawa lumayan banyak, serta kemasannya hanya berupa plastik, Muryatmo
kemudian diinterogasi. Butuh waktu satu jam bagi Tim Anti Bandit untuk
membongkar pengakuan Muryatmo.
Darisana,
nama Rizal akhirnya disebutkan oleh Muryatmo. Dalam pengakuannya,
Muryatmo menyebut bahwa parfum axe palsu itu dibelinya dari Rizal
seharga 10 ribu perbotol. Oleh Muryatmo, diberi label harga Rp. 35.000,-
per botol. Padahal harga asli antara Rp 37.000 hingga Rp 38.000 per
botol.
Kendati
diberi label harga Rp 35.000,-. Namun Muryatmo mengaku menawarkan ke
pembeli seharga Rp 20.000,-. "Saya menjualnya door to door, keliling
kampung. Jika ada yang tanya, saya bilang kalau itu parfum axe tapi
isinya parfum lain," aku Muryatmo.
Editor : Pak RW