Kepala Disperta Kabupaten Bondowoso, H.Munandar,SP.MM, mengatakan, jika tidak melakukan pemetaan terlebih dahulu tidak akan optimal. Sementara lahan yang organik yang ada saat ini hanya 130 hektar. Menurutnya, kalau tidak didukung dengan luas areal yang cukup, maka dipastikan tidak akan memenuhi target untuk mengekspor beras organik.
“Jadi untuk tahun ini saya fokuskan untuk menambah areal 10 hektar per Kecamatan,”kata H.Munandar kepada sejumlah wartawan.
Diakui, untuk menambah areal lahan yang akan dijadikan pertanian organik tidak mudah, karena masih membutuhkan penelitian lebih mendalam, seperti kecukupan air, kondisi tanah, dan persyaratan lainnya.
“Untuk mensukseskan program itu, langkah awal yang kami lakukan, selain pemetaan, adalah menyampaikan kepada PPL, jadi estimasi kita kedepan karena program ini adalah program andalan Bupati Bondowoso sejak tahun 2008,”ungkapnya.
Meski tidak mudah untuk mendapatkan lahan perhatian untuk dijadikan areal organik. Namun sejak digagas 10 hektar per Kecamatan, pihak pertanian terus memaksimalkan kegiatan ini melalui penyuluh yang akan menilai lahan.
Selain itu, PPL bertugas untuk memberikan bimbingan kepada petani agar para petani mempunyai keyakinan bahwa pertanian organik tersebut sangat membantu untuk meningkatkan pendapatan petani menjadi lebih baik.
“Nah, penyuluh itu yang akan menyampaikan laporannya kepada saya, dilokasi mana saja lahan yang mendukung untuk dijadikan lahan pertanian padi organik,”tegasnya.
Mantan PPL ini menegaskan, jika sudah ada lahan yang cocok untuk dijadikan areal organik. Maka kata dia, terlebih dahulu akan dikonfersi lebih dulu mulai dari sekarang hingga tiga tahun kedepan.
“Setelah itu, kita akan melakukan evaluasi setiap tahunnya, dan yang sudah saya persiapkan saat ini ada 40 hektar,”ujarnya.
Ditegaskan, untuk mendukung program pro petani ini ,mantan Kabag Umum ini. Ia juga berencana untuk mengoptimalkan peran petugas penyuluh lapang (PPL), karena PPL mempunyai peran penting dalam meningkatkan hasil pertanian, dan pengembangan lahan organic disetiap kecamatan.
“PPL mempunyai tugas penting, yaitu sebagai pendamping masyarakat yang dapat memberikan pengetahuan agar masyarakat menjadi petani yang lebih baik, sehingga tujuan pemerintah untuk memerangi kemiskinan tercapai”tegasnya.
Upaya ini tambah mantan PPL ini, harus mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat. Sebab, tanpa dukungan dari masyarakat upaya dari Pemerintah tidak akan maksimal.
“Harapan kita, tentunya kepada masyarakat petani, kedepan hendaknya program Pertanian organik ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berinovasi dan prestasi bagi pembangunan ekonomi Bondowoso yang lebih baik,” harapnya.
Dia menambahkan, mudah-mudahan upaya pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat lewat pertanian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuannya dibidang pertaniannya.
Namun, kata Munandar, program itu harus didukung oleh prasarana dan sarana lainnya, seperti peralatan pertanian dan pembangunan fisik yang berhubungan dengan pertanian, termasuk mengembangkan produksi padi organik dan non organik.
“Ini tentu merupakan program prioritas yang akan dimaksimalkan oleh Diperta, karena ini akan menunjang peningkatan program swasembada pangan secara Nasional,”imbuhnya.(her)
Editor : Pak RW