Edi Soekirno mengungkapkan, pihaknya membawa rombongan sebanyak 40 orang, yang semuanya pengrajin tape berasal dari dua Kecamatan, yakni Plumpang sama Tambakboyo.
“Maksud kedatangan kami ke Bondowoso, untuk melihat dari dekat tentang proses pembuatan tape dan sekaligus penganekaragaman produk-produk terbuat dari tape,”kata Edi Soekirno, kepada Suara Publik, Kamis,(4/5/2017), pagi.
Dijelaskan, setelah kunjungan tersebut, akan ditindak lanjuti dengan melaksanakan pelatihan pembuatan tape, dan termasuk narasumbernya nanti berasal dari pelaku industry tape Bondowoso.
“Dengan harapan, dari hasil studi banding ini, nanti tidak hanya pada produk tape, tapi ada kerjasama, bagaimana Bondowoso nanti bisa mengambil hikmahnya dari hasil kerajinan dari Tuban,”terangnya.
Ditegaskan, hasil produksi tape dari kelompok pengrajin di Tuban, sangat berbeda dengan Bondowoso. Sementara proses pengolahan yang dilakukan di Tuban, singkong setelah dikupas dan dibersihkan, kemudian langsung direbus.
“Setelah itu baru proses peragian, dan ternyata hasil menjadi tape basah berair, sedangkan proses yang dilakukan di Bondowoso, singkong tidak direbus, melainkan dikukus, sehingga menghasilkan tape yang kering,”ungkapnya.
Sehingga, untuk menghasilkan produksi tape yang bagus, pihaknya mengajak warga pengrajin tape untuk melakukan studi banding, agar olahan tape Tuban bisa diminati oleh masyarakat pencinta tape.
“Syukur-syukur bisa mengalahkan tape Bondowoso, karena selama ini hanya tape Bondowoso yang masuk di Tuban, dan pengennya tape Tuban juga bisa dikenal masyarakat pencinta tape,” kata Edi berkelakar.
Menurutnya, ini salah satu momentum untuk sama-sama menggali potensi antara Kabupaten Tuban dengan Bondowoso, sehingga kedepan dapat lebih meningkatkan kerjasama disektor industry kecil menengah.
“Kita berharap, dengan adanya kegiatan semacam ini aka nada kerjasama secara marketing dari Dinas Koperindag Bondowoso dengan Dinas Koperindag Tuban,”ujarnya.
Lebih jauh pria berkacamata ini mengungkapkan, sejauh ini pihaknya masih belum ngomong-ngomong terkait potensi lain yang bisa dikembangkan di Tuban maupun di Bondowoso. Namun, jika kemudian pihak Bondowoso mau mengembangkan potensi kerajinan di Tuban, pihaknya sudah siap.
“Karena di Tuban, sangat banyak potensi yang bisa dikembangkan di Bondowoso, pun juga sebaliknya potensi Bondowoso bisa dipasarkan di Tuban,”tegasnya.
Dengan begitu, harus ada kerjasama antara dinas sehingga kedepan saling mengembangkan potensi yang ada. Harapanya adalah, untuk mempercepat pembangunan akan lebih mudah, apalagi masyarakatnya respon terhadap percepatan peningkatan perekonomian.
“Dan saya melihat masyarakat Bondowoso sangat bagus, namun kedepan hal-hal semacam ini terus berkelanjutan, dan yang penting lagi bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan penyerapan tenaga kerja,”imbuhnya. (her)
Editor : Pak RW