Jelang Lebaran Gas Elpiji 3 Kilogram Mulai Langka di Bondowoso

suara-publik.com
Foto : Toko Pengecer gas elpiji


BONDOWOSO, (Suara Publik) - Menjelang lebaran kelangkaan gas elpiji 3 kg mulai dirasakan warga pedesaan di Bondowoso. Sejumlah warga mengaku sulit membeli tabung gas elpiji 3 kg, kalapun ada harganya juga sudah naik menjadi 20 ribu.

Seperti yang diungkapkan, Misyami, warga Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, pihak sudah dua hari mencari gas elpiji 3 kg, hingga ke pasar Pujer.

"Sudah dua hari ini langka, kalau ada juga kita dapat harganya sudah naik jadi Rp20 ribu,” kata Misyami, Rabu, (21/06/2017).

Dia pun berharap kelangkaan dan kenaikan harga segera diatasi, apalagi disaat bulan Ramadan sekarang ini mereka sangat membutuhkannya untuk keperluan dapur.

Salah satu pengecer Gas Elpiji, Romyati, mengaku kalau kelangkaan gas elpiji terutamanya ukuran 3 kg sudah dirasakan sejak lima hari yang lalu, pengiriman juga dibatasi.

"Saya memang tidak dapat jatah gas elpiji lagi sampai hari ini. Biasanya pihak agen atau pangkalan rutin bawakan saya setiap dua hari 50. Ini sudah hari belum datang lagi,"katanya.

Kepala Bidang perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso Suhartono saat dikonfirmasi mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak dostributor. Namun, ia membantah kalau terjadi kelangkaan.

Sebab, menurut dia, beberapa hari terakhir ini memang banyak laporan dari masyarakat, terkait adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg. Sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak pertamina.

"Tapi kita  kita tanyakan ke pangkalan SPBE ternyata pengisiannya antri, hal itu menyebabkan pengiriman gas elpiji ke agen terlambat,” kata Suhartono.

Suhartono, menambahkan Disperindag Bondowoso secara rutin turun kelapangan melakukan pemantaun kesejumlah distributor dan pasar induk. Sejauh ini memang tidak ada kelangkaan, hanya masalah keterlambatan saja.

"Malah Pertamina memberikan penambahan jatah kepada para agen, ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan itu terjadi,”ujarnya.

Kendati demikian, Diskoperindag akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah agen, sehingga tidak terjadi penimbunan gas. Sebab, kalau itu terjadi, masyarakat yang akan dirugikan.

“Kalau masalah harga yang mencapai Rp20 ribu, kita akan melakukan investigasi ke distributor dibawah, apa penyebabnya naiknya harga itu,”tegasnya.

Namun, kalau ada laporan kalangkaan bisa saja ada pihak-pihak atau dari sub agen yang kemungkinan bermain dalam penyaluran gas elpiji 3 kg.

“Apabila kita temukan seperti itu, tentu kita tidak akan tingal diam, kita akan melakukan langkah tegas dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,”imbuhnya. (her)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru