Pasca Hari Raya, Daging Sapi Masih Mahal di Pasaran

suara-publik.com
Foto : Suhartono Kadiskoperindag Bondowoso

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Meski harga sapi mengalami penurunan saat menjelang hari raya Idul Fitri. Namun harga daging sapi dipasar masih relatif mahal, yang harganya mencapai 115 hingga 120 ribu perkilogram. Diikuti sejumlah kebutuhan rumah tangga masih masih belum ada penurunan.

Kepala Bidang Perdangangan pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdangan Kabupaten Bondowoso, Suhartono mengakui, pada tahun ini harga sembako dan daging cenderung mengalami kenaikan, meski harga sapi mengalami penurunan.

Menurutnya, dari hasil pantauan dilapangan harga sembako masih dapat ditekan, hal itu dipicu oleh operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah maupun Bulog, sehingga harga kebutuhan pokok di pasar relatif aman, karena stok sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Bonndowoso masih aman.

"Persediaan bahan pokok setelah lebaran, seperti gula pasir, daging ayam, beras, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam, dan berbagai jenis kebutuhan makanan masih tersedia hingga pasca lebaran Idul fitri," kata Suhartono.

Menurutnya, jika ada harga bahan pokok naik, bukan berarti semua sembako naik, hal itu karena dipicu oleh hukum ekonomi dengan meningkatnya jumlah permintaan di pasaran harga meningkat, dan harga jual sembako tersebut juga masih normal karena persediaan melimpah. “Tapi, pergerakan fluktuasi harga harga relatif normal,hanya saja kami menghimbau pada pedagang dan distributor tidak menimbun jenis barang tertentu dalam upaya meraih keuntungan pribadi,” ujarnya.

Terkait tingginya harga daging sapi pasca lebaran yang masih berada diatas 115-120 ribu, dipicu oleh tingginya masyarakat dalam menkonsumsi dagi sapi dan hukum pasar, sehingga pasar menaikkan harga. Kendati demikian, masyarakat masih dapat menjangkau. “Kita tetap berharap, harga daging sapi segera turun dan kembali keharga 110 ribu perkilogram,”imbuhnya. (her)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru