Laporan: Tom
SURABAYA Suara-Publik. Berakhir sudah petualangan dua sahabat ini. Pasalnya, Abdul Halim (34 ) warga Jalan Wonokusumo Jaya Gg.VII/24 Surabaya dan Muhammad Saiful Haris (33) warga jalan Mrutu Kalianyar Surabaya berhasil dibekuk polisi usai menjambret sebuah tas dan Keduanya dibekuk selasa (25/05/2017) di jalan Genteng Kali Surabaya.
Sebelum tertangkap, kedua jambret itu beraksi di Jalan Kalianyar. Dengan mengendarai motor Suzuki Satria FU warna hitam L 5070 SX, keduanya mengikuti korban yang saat itu mengendarai sepeda motor sendirian. Keduanya asal Menganti Gresik.
Nah, pada saat korban melintas di jalan Kalianyar. Duo jambret itu merampas tas yang dibawa oleh korban. Merasa tasnya dirampas, korban spontan teriak dan minta tolong. Dan korban akhirnya menancap gas motornya untuk mengejar kedua jambret tadi.
Sayang, teriakan jambret dan minta tolong sia sia. Sebab kondisi jalan memang dalam keadaan sepi. Apes bagi duo jambret tadi, pada saat melintas di jalan Genteng Kali, motor yang ditunggangi, jatuh.
"Teriakan korban terdengar anggota, Sebab anggota kami sedang kring serse disekitaran jalan Genteng Kali dan anggota Kami langsung mengejar kedua pelaku setelah keduanya meninggalkan motornya yang jatuh," sebut Kapolsek Genteng Kompol Yhogi Hadisetiawan, kepada awak media, kamis (6/7/2017).
Pengejaran yang dilakukan korban beserta anggotanya dibantu warga tidak sia sia. Kedua pelaku berhasil diringkus tidak jauh dari tempat motornya terjatuh. Duo jambret ini akhirnya dibawa ke Mapolsek Genteng untuk diinterogasi. Begitu juga korban, mereka dimintai keterangannya.
Hasil interogasi kepada kedua jambret ini mengaku sudah beraksi di 2 TKP di wilayah hukum Polsek Genteng. "Tas korban berisi HP dan uang serta motor milik pelaku kami amankan sebagai barang bukti," terang Kompol Yhogi.
Terungkap pula, dalam beraksi selama ini, kedua pelaku selalu membawa senjata tajam untuk melukai korbannya. Sebab, target terpenting keduanya adalah merampas harta benda para korban, meskipun harus menjatuhkan korbannya diatas aspal. "mereka menjadi sadis karena setiap kali beraksi, keduanya selalu membawa sajam.
Editor : Redaksi