22 Penderita Bibir Sumbing Mendapat Layanan Operasi Gratis dari RS. Bhayangkara Bondowoso.

suara-publik.com
Foto : Kombes Pol. Budi Heriyadi didampingi Kompol Sigi Lasmonojati, saat melihat bayi selesai dioperasi

Dilaporkan Oleh: Hery Masduki.

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Sedikitnya 22 pasien bibir sumbing dan celah langit menjalani operasi gratis di rumah sakit Bhayangkara Bondowoso. Kegiatan bakti sosial tersebut tersebut dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 71. Acara tersebut dihadiri oleh Dokter Kesehatan Polda Jatim, Kombes Budi Heriyadi, Country Meneger Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, Dandim 0822, Waka Polres, Staf Ahli Bupati, Rois Syuriah NU, ketua IDI, Danki Brimob, Kompi B, dan sejumlah undangan lainnya.

Direktur RS Bhayangkara Bondowoso, Kompol Sigit Lasmonojati, mengungkapkan, operasi bibir sumbing dan celah langit ini dilaksanakan dalam rangka HUT Polri ke 71. Kegiatan ini didukung penuh oleh Smile Train Indonesia, yang sekaligus donator. Sementara pasien yang melaksanakan operasi di RS Bhayangkara ini tidak hanya datang dari Bondowoso. Namun, dari beberapa Kabupaten tetangga, seperti Jember, Lumajang, banyuwangi dan Situbondo.

“Yang paling banyak pasien dari Bondowoso sebanyak 10 orang, Banyuwangi 7 orang, Situbondo dan Jember masing-masing 1 orang, totalnya sebanya 22 orang,”kata Kompol Sigit, kepada sejumlah wartawan, Sabtu, (15/7/2017).

Sementara itu, Country Meneger Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengatakan, kerjasama sosial selama ini yang paling besar dari lembaga TNI dan Polri, dan ini memrupakan kesempatan yang kedua dengan Polri. Menurutnya, untuk mencari pasien bibir sumbing ini gampang-gampang sulit. Tapi bagi jajaran Polri lebih mudah. Sebab, setiap hari anggota Polri lebih banyak dilapangan, sehingga lebih gampang untuk mencari informasi kepada masyarakat. “Mungkin masyarakat lebih percaya kepada Polisi, bahwa ini betul-betul ada pengobatan atau operasi gratis,”katanya.

Kata dia, kegiatan bakti sosial ini seringkali disalahgunakan oleh masyarakat yang tak bertanggungjawab. Mereka menyampaikan ada pengobatan gratis ternyata masih dipungut bayaran yang tidak sedikit. “Inilah yang membuat masyarakat enggan menerima tawaran. Tapi setelah bekerjasama dengan Polri, ternyata masyarakat berbondong-datang ke pengobatan, seperti yang dilaksanakan di RS Bhayangkara ini,”ujarnya. Larasti mengungkapkan, biaya untuk melakukan operasi standart pelayanan kelas III ini memang sangat mahal, satu orang pasien biayanya mencapai 15 juta sekali operasi.

“Dengan adanya seperti ini, mereka sangat terbantu, dan untuk Smile Train tidak perlu banyak urusan administrsi, cukup dengan KTP atau kalau anak-anak cukup didampingi orang tuanya sudah bisa dilaksanakan operasi,”tegasnya. Ditempat yang sama, Dokkes Polda jatim, Kombes Budi Heriyadi, menyatakan, tujuan dari kegiatan operasi ini yang pertama dalam rangka HUT Polri. Menurutnya sebagai Polisi ingin memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya yang membutuhkan pertolongan operasi bibir sumbing.

"Karena bibir sumbing ini memang banyak, dan rata-rata pasien yang tidak mampu, sehingga kami berupaya untuk membantunya agar mereka bisa percaya diri ketika bergaul dengan masyarakat lainnya,”katanya. Dijelaskan, target operasi bibir sumbing ini tidak terbatas, sehingga diharapkan kepada masyarakat agar mendaftarkan diri kepada petugas Kepolisian setempat. “Perlu saya tegaskan, kegiatan ini tidak hanya operasi bibir sumbing, tapi operasi katarak bagi masyarakat umum. Dan mudah-mudahan apa yang telah kami lakukan ini dapat meringankan beban masyarakat,”imbuhnya. (her)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru