Dilaporkan oleh : Hery Masduki
BONDOWOSO, (Suara Publik) - Potensi energi panas bumi (Geothermal) di ujung timur wilayah Bondowoso, sudah mulai menampakkan hasil, setelah perusahaan elit asal Jakarta ini membuka kran, sehingga mengeluarkan asap tebal.
Proses eksplorasi tersebut yang digarap oleh PT Medco grup, dengan nilai investasi mencapai Rp 4 Triliun, dan saat ini tahapannya sudah berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah mereka susun.
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Ady Krisna, mengatakan, ekspolarasi panas bumi tersebut secara ekonomi akan berdampak kepada kemakmuran warga Bondowoso. Sebab, lokasinya berada diwilayah Bondowoso. “Yang terpenting bagaimana pemerintah daerah dapat menekan PT Medco agar melibatkan warga Bondowoso dalam pekerjaan,”kata Ady Krisna.
Selain itu, tujuan daripada ekspolarasi tersebut, untuk membangun pembangkit listrik, dan adanya Geothermal yang berada di kawasan kecamatan Ijen tersebut adalah yang terbesar se asia. “Nah, dengan begitu bisa jadi pembangunan pembangkit listrik itu yang terbesar pula se Indonesia,”terangnya. Hanya saja Krisna berharap kepada pemerintah, terutama kepada Bupati Bondowoso untuk melakukan lobi-lobi dengan pihak perusahaan, agar melibat orang-orang Bondowoso dalam pekerjaan, baik secara administrasi dan yang lainnya.
“Tentunya, kalau perusahaan itu melibatkan potensi masyarakat Bondowoso, akan berdampak kepada perekonomian masyarakat. Karena saya tidak ingin keberadaan Geothermal ini sama seperti Freeport yang tidak memberikan dampak apa-apa kepada masyarakat,”imbuhnya.
Sebelumnya Bupati Bondowoso mengunkapkan, adanya ekspolrasi panas bumi di kawasan ijen, ijinya sudah dikantongi dari Kementerian Kehutanan, dan prosesnya sudah pada tahapan pengeboran, termasuk juga akses pelebaran dan pengerasan jalan menuju lokasi. “Kalau infrastruktur sudah siap, maka alat berat akan segera didatangkan ke lokasi, sehingga proses uji coba pengeboran bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Bupati menyatakan, proses pengeboran tidak akan mengancam dan membahayakan bagi masyrakat sekitar. Sebab, teknologi yang digunakan tersebut adalah teknologi ramah lingkungan. “Sebagaimana komitmen yang telah disepakati, bahwa masyarakat aman meski berada dekat dengan lokasi pengemboran,”ujarnya. Informasi yang didapat dilapangan, pembukaan kran gas bumi yang mengeluarkan asap tebel, hanya dibuka 20%. Karena masih melakukan uji tahapan. (her)
Editor : Redaksi