Pelebaran Jalan Lingkar Untungkan Masyarakat, Perekonomian Segera Meningkat.

suara-publik.com

Dilaporkan Oleh Hery Masduki.

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Bondowoso kebut pekerjaan pelebaran jalan lingkar sepanjang 3000 meter dari Desa Bataan, Kajar dan Koncer. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bondowoso, Drs.H.Karna Suswandi,MM, mengatakan, pelebaran jalan yang akan dijadikan jalan lingkar tersebut dijawalkan akan selesai tahun ini.

Saat ini yang telah dikerjakan ada tiga (3) titik, di jalan raya jurusan Pakisan, tepatnya di desa Bataan dan Desa Kajar. Sementara di lokasi yang ketiga (3) arah Desa Lojajar sampai ke Desa Koncer.

“Pelebaran ruas jalan diambil dari sisi kanan dan kiri, masing-masing sisi diperlebar dua (2) meter. Jadi, sebelumnya badan jalan tersebut hanya enam (6) meter, sekarang menjadi sepuluh (10) meter,”kata Kadis PUPR.

Menurutnya, pelebaran ruas jalan tersebut untuk mengurai kemacetan. Sebab, saat ini jalan dibeberapa titik sering mengalami kemacetan, sehingga PUPR merencanakan perluasan kota, agar kendaraan tidak semuanya masuk ke kota.

“Nah, untuk enghindari kemacetan itu, maka kita akan membuat jalan lingkar, seperti yang kita bangun sekarang,”ujarnya. Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat sangat banyak membantu pemerintah, dengan merelakan tanahnya yang terkena perluasan jalan. Sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar.

“Atasnama pemeritah Kabupaten Bondowoso, saya menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah turut serta mensukseskan program PUPR,”ucapnya.

Sementara itu, Fathor Supriyadi, warga Desa Kajar, mengaku sangat senang atas upaya Pemkab Bondowoso yang telah membangun pelebaran jalan. Meski tanahnya sedikit terkena pelebaran jalan ia sangat sangat bersyukur, karena dampak dari program tersebut akan meningkatkan harga tanah menjadi mahal.

Kata dia, naiknya harga tanah didesanya karena desa kami akan menjadi kota, tentunya harga tanah akan naik, dan kalau sebelumnya harga permeter Rp.15 ribu, sekarang bisa menjadi Rp25 ribu permeter persegi, bahkan bisa lebih. “Inilah yang menjadikan kami senang, meski tanah saya sedikit terkena pelebaran, kami masih diuntungkan,”imbuhnya.

Selain harga tanah perekonomian akan mengikuti perkembangan. Dipastikan perekonomian segera meningkat, ungkap tokoh masyarakat sekitar.(her)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru