BPOM di Duga Masuk Angin, Terkait Temuan LSM Garad Makanan Berbahaya.

suara-publik.com

Surabaya Suara-Publik.com - Sempat terjadi pergunjingan terkait masalah makanan dari kulit sapi yang diolah menjadi kerecek atau cecek yang diproduksi oleh pengusaha rumahan di daerah Candi Sidoarjo. Pengolahan Krecek atau cecek dipertanyakan karena diduga bahan dan cara pengolahannya tidak sesuai dengan standart kesehatan, hal itu diketahui setelah adanya investigasi dari LSM GARAD.

Saat itu yang langsung turun di lokasi home industri pembuatan Krecek atau cecek tersebut investigasi dipimpin oleh Nano Garad selaku pimpinan LSM GARAD sempat membuat kocar kacir pegawai di home industri tersebut. Bahkan pihak LSM pun juga sempat memberikan informasi atas temuannya tersebut kepada pihak Balai Pom Surabaya yang mewakili Propinsi Jawa Timur.

Namun hingga kini masih belum didapatkan klarifikasi resmi dari pihak Balai Pom Surabaya ",tadi pagi sudah saya pertanyakan melalui Whatsaap petugas lidik dan petugas informasi Balai Pom, namun kedua duanya tidak menjawab sama sekali,padahal informasi yang saya dapat, pihak Balai Pom sudah ada yang turun untuk ambil example(contoh). Tapi belum memberikan keterangan lanjutan dari mereka",ujar Nano yang tampak geram.

"beberapa waktu yang lalu, saya juga sempat dapat info dari tim saya yang disana, bahwa pihak Balai Pom saat turun ke lokasi, diduga pihak pengusaha sempat memberikan uang yang diduga untuk menyogok, dan saya menduga uang tersebut untuk tutup mulut pihak Balai Pom agar tidak dilakukan penindakan atas usahanya tersebut",ujar Nano.

Masih Nano, kayaknya ada yang masuk angin terkait temuan Ini. Balai Pom saat dipertanyakan kebenaran tersebut, sempat mengelak, hal itu diketahui saat menjawab melalui percakapan Whaatsapnya beberapa waktu lalu dengan pihak LSM ",Iya benar, saya sudah turun untuk ambil example ke pasar Larangan dan ke pihak yang bersangkutan",ujar petugas lidik Balai Pom.

Saat ditanya kebenaran terkait uang sogok an, dirinya hanya menjawab, silahkan di kroscek kepada yang bersangkutan dan bisa ditanyakan ke Bapak Bapak Polisi yang mengawal saya",ujar Petugas tersebut dengan nada yakin.

Saat ditanya, petugas Polisi nya dari kesatuan mana, dari Polsek, Polres atau Polda, untuk dikroscek lanjutannya, namun tidak ada jawaban sama sekali. "bagaimana kami bisa kroscek, kalau tidak dikasih tau dari Polsek kah, dari Polres kah atau dari Polda kah yang mengawal dia",ujar Nano ber tanya tanya. Kabar terbaru, makanan olahan tersebut merambah ke luar daerah Sidoarjo, kabarnya merambah ke Pasar Wonokromo Surabaya.

"saya harap ada tindakan tegas dari pihak yang terkait, karena saya lihat dengan mata saya sendiri, banyaknya tumpukan kulit kering yang kami duga untuk pembuatan industri barang jadi seperti Tas, Dompet, Sepatu dan lain lain tapi diolah menjadi makanan. Apa lagi waktu itu terlihak banyak busa di tong tong yang berisi cecek mentah, dan saya duga itu adalah bahan kimia yang sangat membahayakan bagi organ dalam manusia jika dikonsumsi",ujar Nano dengan nada harap(Nn) 

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru