Laporan: Tom
SURABAYA Suara-Publik. Di tengah hiruk pikuk kota besar Surabaya, ternyata masih ada sebuah kawasan yang asri secara ekologi dan sosio kultur masyarakatnya. Sebuah Desa yang bernama Bungkal, di Kecamatan Sambi Kerep Surabaya ini, masih memegang tradisi turun-temurun dari para leluhur.
Setidaknya ada sekitar 12 RT di wilayah Kelurahan Sambikerep yang turut serta berkontribusi dalam gelaran sedekah bumi Desa Bungkal, yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap satu tahun sekali. Bukan hanya warga setempat, bahkan beberapa warga dari kelurahan tetangga juga ambil bagian dalam acara ini.
"Ahmad Widiantoro selaku Camat Sambikerep mengatakan, acara ini merupakan kegiatan rutin tahunan dan merupakan bentuk rasa syukur warga, yang pertama atas kemerdekaan negeri ini dan yang kedua memang rasa syukur bahwa sampai hari ini masyarakat desa Bungkal masih dalam keadaan aman tentram tertib damai tidak ada hal-hal yang tidak kita harapkan bersama," terang Ahmad Widiantoro, minggu (27/8/2017).
Masih kata Ahmad Widiantoro, jadi budaya ini merupakan sebuah tradisi baik, tentunya bersama-sama ini juga jadi ajang silaturahmi untuk seluruh warga yang semula mungkin dengan aktivitasnya masing-masing nggak ketemu hari ini bisa kumpul bersama kumpul bersama makan bersama untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan untuk menjaga ketentraman dan keamanan bersama.
"Acara sedekah bumi ini, kami isi dengan berbagai ritual dan hiburan tradisional, seperti tadi ada ruwatan desa dengan membawa sesaji dan berdoa bersama di tegal desa kami, sebelumnya ada beberapa rangkaian acara seperti pagelaran tayub, seni ludruk dan yang baru saja digelar adalah tradisi okol (gulat),” ujarnya.
Sementara itu, dalam acara okol pihak panita membagi peserta berdasarkan dua kategori yakni laki-laki dewasa, dan anak-anak. Peserta yang bertanding adalah dua orang dalam satu arena, keduanya dipakaikan udeng dan sebuah selendang yang diikatkan di dada masing-masing, selanjutnya para pembawa jago turut mengantar dan mengawal jalannya pertandingan okol tersebut.
Peraturannya cukup sederhana, yakni, dengan menjatuhkan lawan selama dua kali main. Dan pemenang dalam tiap pertandingan mendapat hadiah berupa kaos.
Editor : Redaksi