Surabaya Suara-Publik.com, pengawasan proyek yang menggunakan Dana APBD di Kota Surabaya, sepatutnya dilakukan secara ketat dan wajib terkontrol dengan benar. Karena jika tidak, maka akan terjadi kecurangan yang dilakukan oleh Kontraktor kontraktor nakal. Seperti yang ada diarea Kecamatan Pakal, ada proyek pembangunan atau rehabilitasi gedung milik Pemadam Kebakaran yang diduga dikerjakan secara asal asalan dan melebihi batas waktu pengerjaan.
Agus P atau Tiger selaku Sekjen LSM GARAD yang memantau langsung pengerjaan tersebut,dia menduga Proyek tersebut dikerjakan secara asal asalan. "plakatnya disembunyikan, ternyata melebihi jatuh tempo yang telah ditentukan, dalam proses pengerjaan, pekerjanya tidak dibekali alat keselamatan kerja tidak hanya itu. Bahan bahannya pun diduga volumenya dikurangi sehingga tidak sesuai dengan spek",ujar Tiger kepada media ini. "Saya berharap, ada tindakan tegas dari Pemkot Surabaya, agar lebih ketat dalam pengawasan, apalagi di cek dari nilai pagunya sebesar satu milyar lebih. Itu kan uang rakyat yang dipergunakan",ujar Tiger dengan nada sesal.
Sedangkan dari pihak pekerja melalui mandornya saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya beserta anak buahnya dibayar harian dalam pengerjaan proyek tersebut. "Saya tidak tau apa apa soal itu mas, saya hanya dibayar harian, untuk bahannya bukan tanggung jawab saya, saya cuman mengerjakan, kadang bahannya aja juga sering terlambat datang",ujar mandor tersebut dengan polosnya(ach)
Editor : Redaksi