Laporan: Tom.
SURABAYA Suara-Publik. Guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali menggelar razia untuk menekan angka kejahatan jalanan 3C ( curas,curat dan curanmor).
Penyekatan kali ini dilakukan minggu (8/10) dini hari di Jalan Raya Kedung Cowek Surabaya, dan berlangsung sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Razia itu, dibantu personil gabungan dari Sabhara,Satreskrim, sampai polisi militer diterjunkan dalam giat tersebut.
"Mereka kami perintahkan memeriksa dan menggeledah setiap pengendara yang mencurigakan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela, minggu dini hari (08/9/2017). Penyekatan kali ini diadakan di jalur lambat tepatnya dari arah Madura menuju Surabaya, sedangkan kendaraan yang melintas baik roda dua maupun roda empat kami periksa satu persatu tanpa terkecuali," tegas Leonard.
Sekitar dua jam operasi berlangsung, dua sepeda motor diberhentikan.Dua sepeda motor bermerek Suzuki Satria FU berplatnomor polisi S 3749 ZQ dan Yamaha Vixion berplatnomor polisi S 3523 YL. Dua kendaraan tersebut mengangkut enam penumpang pria sekaligus. Ketiganya melaju dari arah Madura menuju Surabaya. Sesampainya di lokasi razia, mereka sempat berusaha menghindari petugas kepolisian yang telah memasang rambu-rambu diadakannya operasi tersebut.
Untungnya, keenam pria itu dapat diberhentikan dan diperiksa. Sempat mencurigai aroma mulut yang berbau alkohol, polisi pun langsung menggeledah dan memeriksa kelengkapan kendaraan bermotornya. Alhasil, satu klip berisi pil koplo didapati polisi dari seorang pengendara. "Ini tadi kami temukan enam pria mengendarai dua kendaraan secara bersamaan, salah satunya terbukti membawa pil koplo yang dikemas dalam sebuah plastik klip," pungkas Leonard.
Seketika itu pula, keenamnya langsung diinterogasi dan dibawa menuju ke truk yang telah disediakan. "Mohon waktunya ya, sedang dalam proses interogasi," sambungnya sembari bertanya pada seorang pengendara yang tertangkap itu. Seorang pelaku mengaku bernama Devan Adi (17), sayangnya kelima orang lagi belum bisa ditanya terkait identitasnya.
Editor : Redaksi