Surabaya Suara-Publik. Maraknya suami jual istri dengan alasan ekonomi menambah daftar kelam dunia malam kota Surabaya.
KPA Kec. Sawahan kota Surabaya lewat Kusworo pelaksana harian mengungkapkan penulusuran nya pada komunitas swinger, 3some dan gangbang di Surabaya.
Berawal dari kabar meninggalnya seorang komunitas swinger akibat terinfeksi virus HIV Aids, tahun 2014 lalu, saya langsung menelusuri komunitas swinger di Surabaya.
Dalam investigasi partisipatif saya, Surabaya sudah banyak komunitas swinger, 3some dan Gangbang. Mereka tersebar di semua Kecamatan kota Surabaya.
Saat itu langsung saya laporkan ke pak Camat dan saya sampaikan kepada KPA kota Surabaya dalam sebuah kegiatan di Dinkes kota Surabaya. Pada kasus terakhir yang baru baru ini juga saya telusuri.
Sebenarnya komunitas swinger tidak pernah ingin mendapatkan keuntungan materi dari fantasi ini. Namun karena banyak nya komunitas swinger di Surabaya membuat orang mengambil kesempatan menjadikan lahan mengais rezeki pada mereka yang berfantasi seks nyleneh ini.
Padahal kegiatan ini beresiko tinggi terhadap penularan HIV Aids. Namun komunitas ini bukan nya berkurang tapi malah bertambah. Bahkan yang dari luar kota Surabaya melakukan kegiatan ini di Surabaya karena lebih aman dibandingkan daerah lain nya di Jawa Timur.
Aparat Kepolisian perlu mendapat apresiasi atas penangkapan terhadap pelaku yang menjual istri nya. Dikamar 302 salah hotel kawasan Kedungsari PPA Polrestabes Surabaya menangkap oknum out sourching yang menjual istri nya. Pengungkapan ini tidak lah mudah, butuh waktu lama untuk mengikuti kegiatan pelaku di Media Sosial. Selain waktu juga Anggaran untuk menjerat pelaku secara Under Cover Buy dalam menguatkan sangkaan di pengadilan kelak.
Editor : Redaksi