Dilaporkan Oleh : Hery Masduki
BONDOWOSO, (Suara Publik) - Kodim 0822 Bonowoso menggelar nonton bareng (nobar) film "Merah Putih Memanggil" bersama para Mahasiwa, SMP,SMA,Santri dan sejumlah anggota TNI di gedung bioskop Cineplex Jember. Sabtu (11/11/2017).
Nonton bareng tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November kemarin. Sehingga nonton bareng dengan puluhan siswa ini untuk mengingatkan agar generasi muda kedepan tidak melupakan sejarah. Hal itu diungkapkan oleh Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Tarmudji, bahwa film perjuangan yang telah disaksikan bersama itu merupakan sebagian kecil dari perjuangan para pahlawan.
“Tujuan nobar film "Merah Putih Memanggil", agar generasi muda bisa mengetahui tentang pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan NKRI,”kata Dandim Tarmudji.
Menurut perwira yang berpangkat Letnan Kolonel ini, bahwa film Merah Putih Memanggil ini mengisahkan tentang pasukan komando yang bercerita tentang upaya penyelamatan yang dilakukan personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) terhadap para sandera yang ditawan oleh teroris.
“Kisah dalam film itu sebagai contoh dari sebuah perjuangan, dan perjuangan untuk memerdekakan Indonesia tidaklah mudah, pertempuran hebat yang tidak sedikit merenggut nyawa mereka,”ungkapnya.
Seperti yang telah disaksikan, saat bagian akhir saat para prajurit Kopassus TNI AD rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan para sandera yang ditawan teroris. Dan pesan lain dari film tersebut, menurut dia, adalah ditujukan kepada para generasi muda yang saat ini telah menikmati kemerdekaan.
"Film itu menurut saya mau menceritakan tentang semangat generasi muda saat ini. Untuk menjadi pahlawan tidak diperlukan harus menjadi anggota TNI atau Kepolisian Indonesia. Pahlawan bisa di mana saja," tuturnya.
Oleh sebab itu, Dandim mengajak generasi muda agar tetap menjaga marwah dari para pejuang yang telah gugur demi bangsa dan negara Indonesia. Dengan harapan, para pelajar yang telah menonton filam sejarah itu hendaknya dapat memahami sebagai edukasi, bahwa perjuangan para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan penuh pengorbanan jiwa dan raga.
“Saya menghimbau kepada pelajar, sebagai generasi penerus bangsa wajib melanjutkan perjuangan mereka. Walaupun tidak memanggul senjata, tapi paling tidak dapat melanjutkan dengan membangun manusia Indonesia seutuhnya yang mencintai NKRI,”imbuhnya.(*)
Editor : Redaksi