Satlantas Polres Bondowoso Tilang 2.375 Pelanggar.

suara-publik.com

Dilaporkan oleh : Hery Masduki

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Operasi Zebra Semeru 2017 yang berlangsung 14 hari, setidaknya tercatat jumlah pelanggaran dengan e-Tilang mencapai 2.375 pelanggaran. Selama berlangsungnya operasi zebra, tercatat ada 9 peristiwa kecelakaan lalu lintas.

Dari peristiwa tersebut terdapat 21 korban, tiga orang diantaranya meninggal dunia dan 18 orang luka ringan. Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Djalaluddin, mengatakan, selama pelaksanaan operasi Zebra Semeru 2017, pelanggaran didominasi oleh pengendara roda dua (R2) dengan jenis pelanggaran mayoritas tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan, seperti tidak menggunakan spion dan tidak menghidupkan lampu utama.

"Mayoritas pengendara R2, mereka banyak yang teidak melengkapi spesifikasi kendaraannya, tidak menghidupkan lampu utama dan tidak menggunakan spion lengkap," kata Djalaluddin kepada sejumlah wartawan. 

Selain R2, pelanggaran juga dilakukan oleh pengendara roda empat seperti mobil pribadi ataupun mobil bak terbuka. Untuk pengemudi mobil pribadi, mayoritas tidak memasang sabuk pengaman, dan masih banyak yang belum tertib.

“Sedangkan bak terbuka ada beberapa yang masih memuat orang, dan tidak menjaga keselamatan para penumpang itu sendiri," katanya. Kasat lantas berharap, dengan berakhirnya operasi Zebra Semeru 2017 ini akan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan seminimal mungkin, apalagi pada musim hujan yang rawan kecelakaan.

"Semoga ke depannya bisa lebih tertib berlalu lintas, karena tujuan operasi ini untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tertib berlalulintas,"ujarnya. 

Meski operasi Zebra telah berakhir, tambah Kasat Lantas, petugas akan terus melakukan patroli rutin, terutama dijalur-jalur utama, seperti jalan KH As’ad Samsul Arifin, ke arah Situbondo, jalan KH Abdurrahman Wahid, ke arah Jember dan jalan Sukarno Hatta yangf menuju ke Besuki.

“Patroli ini kita lakukan sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas, karena selain itu, jalan-jalan utama itu seringkali terjadi kriminal,”imbuhnya.(*)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru