Sembunyikan Sabu Dalam Modifikasi Gasper, Pria Ini di Ciduk.

suara-publik.com

Laporan: Tom

SURABAYA Suara Publik.  Beragam modus nyeleneh sering digunakan oleh pemilik narkoba untuk menyembunyikan barangnya. Mulai menyimpan ss dalam bungkus kopi, spidol, hingga lipatan kolor.

Namun modus yang dilakukan Joko  Iewantono, 36,  cukup unik. Sebab pria yang tinggal di jalan Sidotopo Sekolahan Gang 8 nomor 44, Surabaya ini menyembunyikan sabu-sabu (ss)  di dalam gesper yang sudah ia modifikasi.

Modus yang dilakukan Joko ini terungkap setelah ia tertangkap anggota reskrim Polsek Bubutan pada Kamis (23/12). Dia ditangkap  di jalan Sidotopo Lor Surabaya setelah melakukan transaksi sabu sabu.

Proses penangkapan tersebut berlangsung  menjelang subuh.  "Tersangka mencoba mengelabuhi kami dengan cara melakukan transaksi pada dinihari," ungkap Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Budi Waluyo, Kamis (28/12/2017).

Budi menjelaskan, selain merepotkan penangkapan saat melakukan penangkapan. Pihaknya juga sempat dibuat repot saat polisi melakukan penggeledahan untuk menemukan sabu sabu yang sudah Joko beli.

Sebab setelah digeledah, polsisi tak menemukan sabu sabu tersebut. Padahal kantong celana, kolor hingga ketiak sudah diperiksa.  "Awalnya kami tak menemukan barang bukti tersebut, hanya saja kami yakin jika tersangka menyembunyikan sabu sabu," imbuh Budi Waluyo.

Kebingungan polisi tersebut digunakan Joko untuk berkilah dan beralasan jika polisi sudah salah tangkap. Meski demikian, proses penggeledahan terus dilakukan hingga polisi mencurigai gesper yang dikenakan oleh tersangka.

Sebab terlihat ada bagian gesper yang sobek di bagian dalam. Hanya saja sobekannya rapi seperti sengaja disobek.  "Setelah kami periksa, kami menemukan satu poket sabu sabu dari dalam gesper tersebut. Hal ini membuat tersangka tak berkutik dan mengakui jika barang tersebut adalah miliknya," tandas Budi. 

Sementara itu, kepada polisi Joko mengaku jika sabu sabu tersebut dibeli dengan harga Rp 300 ribu  dari seorang kurir yang ada di kawasan Sidotopo. Transaksi sabu sabu tersebut sudah ketiga kalinya ia lakukan. Alasanya dia memang sudah kecanduan. 

" Saya membeli sabu hampir sebulan dua kali. Biasanya setelah membeli saya racik dan saya isap sendiri," ungkapnya.  Mengenai modus menyembunyikan sabu tersebut, Joko memang sengaja. Sebab ia sering kebingungan mencari tempat yang pas untuk menyembunyikan sabu yang ia beli.

Kemudin melihat gespernya yang bisa dimanfaatkan, iapun memodifikasi gesper tersebut.  "Saya sobek sedikit bagian dalamnya dengan menggunakan silet, saya fungsikan sebagai kantong kecil. Kemudian saya memasukkan sabu sabu ke celah sobekan gesper tersebut," terangnya.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru