Laporan Mahfud Susyanto.
BONDOWOSO, (Suara Publik) - Jebolnya DAM Ampera sebagai ancaman terhadap masyarakat setempat, khususnya masyarakat petani desa Cangkring Kecamatan Prajekan.
Sebab, jebolnya DAM tersebut petani desa Cangkring dan sekitarnya tidak bisa mendapatkan air sebelum DAM tersebut diperbaiki, sehingga Pemerintah Desa mengadakan sosialisasi yang dihadiri Camat Prajekan, Abdurrahman, BPD, LPMD, GAPOKTAN, petugas Pertanian, dan sejumlah Tokoh Masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati jika Pemerintah Desa Cangkring siap menyiapkan mesin sedot air berdiameter 6 Dm sebanyak 4 unit. Sedangkan untuk operasional diambilkan dari swadaya petani pengguna air, ditambah bantuan dari BPBD Bondowoso, berupa bahan bakar Oil juga Solar sebanyak 20 liter perunit selama 42 hari.
Kepala Desa Cangkring Artawi, saat dikonfirmasi suara-publik.com mengemukakan, sangat mengapreisasi langkah semua elemen masyarakat yang berinisiatif dan berpartisipatif terhadap pembangunan pertanian.
"Saya patut memberi apresiasi yang luar biasa kepada masyarakat desa Cangkring, karena mereka sangat antusias dan kompak dalam menanggulangi kekeringan yang akan terjadi,” kata Artawi.
Selain itu, Artawi juga berharap agar kekompakan ini bisa dijaga hingga terwujudnya keberhasilan pembangunan pertanian di Desa Cangkring, sehingga dengan kekompakan ini dapat memicu peningkatan pertanian yang lebih bagus.
"Jujur, saya selaku Kepala Desa sangat bangga dan senang, karena masyarakat Desa Cangkring lebih mengutamakan musyawarah untuk bangkit dari keterpurukan dari dampak pertaniannya tidak bisa diairi, karena Damnya jebol,”pungkas Artawi dengan nada senang.
Sementara itu, Camat Prajekan, Abdurrahman mengaku sangat senang, ketika masyarakat Desa Cangkring mengedepankan musyawarah untuk mencari solusi agar pertaniannya bisa diairi. “Saya sangat berterimakasigh atas kesepakatan ini, semoga hasil kesepakatan pembelian mesin dan bantuan solar dan oil dari BPBD dapat kiranya di pergunakan dengan sebaik baiknya,”kata mantan kepala Perpustakaan Kabupaten Bondowoso ini.
Masih Abdurrahman, mengingat saat ini para petani khususnya desa Cangkring sangat membutuhkan air yang berkelanjutan demi suksesnya panen yang ada ditanah garapannya masing-masing. “Ini sangat luar biasa, upaya yang dilakukan oleh masyarakat bersama Pemerintahan Desa, agar pertaniannya tidak mengalami kekeringan,"pungkasnya.(*)
Editor : Redaksi