Laporan: Tom
SURABAYA suara-publik.com - Polisi menembak mati satu dari lima orang pelaku spesialis pembobol rumah kosong (rumsong) di kawasan Surabaya, Jawa Tengah dan Jakarta.
Empat pelaku lain komplotan Mulyadi masih bisa bernafas lega. Meskipun tertangkap dan ditembak kakinya, empat pelaku ini tak bernasib seperti Mulyadi,otak pembobolan rumah kosong yang melawab saat ditangkap.
Empat tersangka lain itu adalah Budi Santoso ( 52) warga Kaliputih, Ambarawa, Jawa Tengah, Siyam (43) warfa Banjarnegara Jawa Tengah, Daryono (60) warga Kebagusan Kecil, Pasar Minggy Jakarta Selatan dan Kiemas (41) warga Ikan Lumba-Lumba Sidoarjo. Keempatnya memiliki peran berbeda.
Tiga lainnya merupakan eksekutor yang membagi tugas sebagai penyelinap, sedangkan Kiemas adalah penyedia sarana berupa mobil sekaligus perantara yang menjual barang hasil curian.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menjelaskan, keempatnya ditangkap di empat tempat berbeda. Termasuk Mulyadi yang ditembak mati di Terminal Osowilangon Surabaya.
"Mereka kami tangkap di tempat berbeda. Ini merupakan pengembangan," kata Sudamiran, Jumat (6/4) siang.
Dalam beraksi, mereka menyasar rumah mewah yang diyakini dalam kondisi kosong. Selama satu bulan di Surabaya, komplotan ini sudah delapan kali beraksi dan salah satunya menjebol brankas berisi uang 70 juta rupiah serta beberapa barang berharga yang dikuras.
"Mereka berkeliling, ada yang pura-pura tanya alamat jika ada orangnya. Menyaru tamu kalau tidak ada jawaban mereka merusak kunci pagar,"imbuh Sudamiran.
Dari lima pelaku tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa jam tangan bermerek, uang, brankas tempat uang yang sudah dirusak dan dua unit mobil sarana, yakni Mobil daihatsu xenia L 1652 JS dan Honda mobilio hotam W 1324 YV.
Keempat pelaku ini kami jerat menggunakan Pasal 365 KUHP dengan hukuman tujuh tahun penjara," tutup Sudamiran.
Editor : Redaksi