BMT Mandiri Sejahtera, Pembiayaan Syariah Segala Lapisan, Asetnya Bukan Main.

suara-publik.com

Laporan Nur Wahyudi.

Gresik, suara-publik.com - Berdiri sejak tahun 2005, KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah ) BMT (Baitul Mal Battanwil) Mandiri Sejahtera Jawa Timur yang ber-kantor pusat di Desa karangcangkring, Kecamatan Dukun-Gresik kini menjelma menjadi badan pembiayaan Syariah ber-basis sosial Raksasa. 

Dari aset awal yang hanya Rp.145 jt, saat ini sudah tumbuh dan mempunyai Dana Komulatif mencapai Rp.144 Milyar, menurut H.M.Ayubi Chozin selaku Manager, saat ini Koperasi Syariah besutannya tersebut sudah mempunyai 41 ribu nasabah dan 24 kantor cabang di wilayah Gresik dan Tuban.

"nasabah kami terdiri dari pedagang kecil UMKM, Petani, Pelaut, adapun produk-produk BMT mandiri sejahtera jawa timur yaitu simpanan dan pembiayaan yg menggunakan pola syariah," ungkap H.Ayubi. 

Selain itu, H.Ayubi menjelaskan jika Koperasi Syariah-nya juga mengelola dana zakat infaq shodaqoh, wakaf uang dengan sasaran fakir miskin dan yatim piatu yang sudah disantuni rutin setiap bulan. "ada 630 orang lebih juga kegiatan sosial keagamaan lainnya yang bekerjasama dengan instansi yang ada diseluruh wilayah kantor, mulai desa sampai kabupaten, Sipil, TNI dan Polri, Kepemudaan juga UKM, Pondok Pesantren dan Kemasjidan," papar Pria yang juga Dosen di UI Al-Qomariah, Bungah. 

Tak berhenti disitu, Koperasi Syariah BMT mandiri sejahtera menciptakan program pembiayaan untuk pedagang kecil yang nilainya sampai Rp.5 juta, tanpa agunan. H.Ayubi menambahkan, adapun dana zakat infaq sodaqoh pada tahun 2017 kemarin yang masuk sebesar Rp. 2 milyar, dan untuk tahun ini H.Ayubi pasang target Rp.2.2 Milyar.

"adapun dana wakaf uang kami target sampai tahun 2018 terkumpul 2 milyar, mohon doa dan dukungan semua pihak," Ungkapnya. 

Yang lebih menarik, ternyata Koperasi Syariah ini juga membuka layanan pembiayaan Haji dan Umroh, "Juga ada Tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu dengan sistem syariah yang prinsipnya mudah aman dan terhindar dari riba," Pungkas H.Ayubi.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru