Dilaporkan oleh : Ari/Nur Hadi.
Banyuwangi, suara-publik. com - Aktifitas penambangan pasir yang berada di Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi berdampak terhadap kelangsungan petani yang ada disekitar lokasi tambang hingga masyarakat desa sekitar.
Pasalnya, selain dampak lingkungan yang secara nyata telah telah menimbulkan kegurian materi dan fisilogis disebabkan aktifitas tersebut juga menciptakan kesulitan terhadap masyarakat petani sekitar.
Seperti yang disampaikan Rofi'i, masyarakat desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo mengalami kesulitan untuk melakukan pembelian BBM jenis solar untuk mengairi pertanianya, hal itu disebabkan adanya penolakan SPBU Alasrejo menolak pembelian jenis solar dengan menggunakan jurigen.
"Sudah beberapa hari terahir SPBU yang berdomisili di Desa Alasrejo menolak pembeliaan BBM jenis solar dengan menggunakan jurigen, namun pihak SPBU tidak menjelaskan alasannya, lalu kalau tidak pakai jurigen saya harus pakai apa, sedangkan kebutuhan saya membeli solar sebagai bahan bakar mesin untuk menggarap lahan pertanian warga" ungkap Rofii pada suara-publik.com.
Ditempat terpisah karyawan SPBU Alasrejo saat dikomfirmasi membenarkan adanya penolakan pembelian BBM jenis solar dengan menggunakan jurigen hingga beberapa hari kedepan, terang karyawan dengan tidak mau disebutkan namanya.
Ketika melakukan komfirmasi ke bagaian keuangan SPBU Alasrejo Qurrotul Ainiyah, (7/5) membenarkan kalau untuk sementara SPBU Alasrejo menolak pembelian BBM jenis solar dengan menggunakan jurigen.
"ya untuk sementara pihak kami menolak pembelian BBM jenis solar dengan menggunakan jurigen, hal tersebut karena ada laporan pihak masyarakat kepada pihak Pertamina, hingga di lakukan penyetopan sementara hingga diketahui pasti apa sebab pelarangan tersebut, tuturnya melalui telpon cellulernya.
Ditambahkannya, untuk info sementara yang pihaknya memahami pelarangan pembelian BBM jenis solar dengan menggunakan jurigen, karena disebabkan tambang pasir yg ada di desa Alasrejo bahan bakar untuk alat berat menggunakan BBM bersubsidi dari pemerintah yang diduga membeli BBM tersebut di SPBU kami. Namun pihak karyawan kami tidak mengetahui hal tersebut di gunakan untuk bahan bakar alat berat, lanjut Qur panggilan akrab bagian keuangan SPBU Alasrejo.
"Kami betul betul tidak tahu sebab saat membeli BBM bukan orang pengusaha tambang pasir itu sendiri, akan tetapi menggunakan tenaga para petani yang pro dengan adanya tambang pasir, hingga pihak kami juga di akali oleh pihak pengusaha tambang, dengan cara seperti itu.
Maka pihak kami juga tidak terima atas cara nakal yang dilakukan tambang pasir yang menyebabkan kesuliatan para petani akibat ulah licik pengusaha tambang pasir yang ada didesa Alasrejo Kecamatan wongsorejo " tambahnya dengan nada geram.
Lebih dari itu, secara pribadi ia juga didatangi kerumah oleh masyarakat sekitar tempat yang ia tinggal. "Untuk itu saya pribadi tegaskan saya tidak terima atas pola pola kerja tambang pengusaha tambang pasir tersebut, jelasnya.
Editor : Redaksi