Simelon 3Kg Sulit Didapat di Pasuruan, Hiswana Migas Tutup Mata.

suara-publik.com

Laporan Iwan Dayat.

Suara-Publik.com Elpigi jenis 3 kg semakin sulit didapat di kota Pasuruan, Seperti yang terjadi di toko kelontong di kelurahan Gentong kecamatan Gadingrejo kota Pasuruan, Selasa (8/5). " Mulai kemarin elpigi 3 Kg sudah habis dan belum dikirim dari agen maupun pangkalan dan sudah banyak yang tetpaksa kembali karena elpigi 3 kg kosong, " Kata Junaedi pedagang toko kelontong di gang 18 kelurahan Gentong. 

Langkanya Elpiji yang seringkali disebut si Melon 3 kilo ini mendapat tanggapan datar dari pengurus Hiswana Migas area Malang Raya. Dalam whats up nya pengurus Hiswana migas kepada Suara-Publik.com mengatakan. Di gawe opo ae lpg iku bos. Lek masak tok ae sedino nggak habis Lha iyo... Di gawe opo ae ambek wong2 iku... di kek i piro ae entek. Sekarang kena peraturan Agen tidak boleh kirim yg bukan Pangkalan terdaftar di pertamina.. Karena Pembayaran sdh di kunci dgn Chasles.. dan data lsg masuk pertamina Tapi Lpg yg 3 kg.. Brg subsidi.. Mau di tambah gimana lagi.. Pasti di batas i utk penjualan nya... Masyarakat yg Mampu di saran kan utk beli BG yg 5,5.

Masih WA Hiswana Migas Malang Raya, Sebentar lagi ada JarGas.. Kuota nya pasti dikurang i lagi.. Wez masyarakat suruh pasang JarGas semua ae mumpung Gratis Ya..di sarankan utk Yg mampu beralih ke BG 5,5 kg Karena Pertamina tidak mengurangi kuota dan tidak menambah i kuota.. Kuota tetap...  Nggak langka Bos.. Di pangkalan2 pasti masih ada.

Diakhir percakapan via WA ini, Han Han demikian panggilan sehari  harinya, menulis di satu tempat kosong jgn di bilang langka Bos.

Sulitnya mendapatkan elpigi 3 kg mendapat kecaman dari LSM Garda Pantura Lukman Hakim. " Disperindag dan PT. Pertamina selaku pemangku kebijakan perlu menindak agen maupun pangkalan elpigi yang nakal hingga menyebabkan langkanya elpigi di masyarakat," Kata Lukman.

Atas langkanya elpigi 3 kg dan harganya yang semakin naik di tingkat pengecer belum memdapat respon positif dari pengurus Hiswana migas bahkan terkesan lepas tanggung jawab. "Lha terus di buang kemana brg e?, pertanyaan konyol yang dilontarka Dwi Hardono pemilik agen PT.Petrolindo yang juga sekretaris Hiswana migas Malang raya, (dyt).

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru