Pembangunan Polres Metro Jakarta Pusat Menuai Masalah, PPKK Akan Tempuh Jalur Hukum.

suara-publik.com

Laporan Ikbal. 

Jakarta, suara-publik.com - Sterilisasi lahan pembangunan Polres Metro Jakarta Pusat di Kemayoran menuai persoalan baru. Pasalnya ketua keamanan pembangunan polres Bang Jali dihalangi pihak Pusat Pengendalian Komplek Kemayoran (PPKK) soal tembok yang dibongkar. 

Tembok di lahan B1 itu dibongkar untuk digunakan parkir gerobak pedagang yang awalnya memenuhi lahan pembangunan polres.

Menurut Prakoso anggota PBL dirut PPKK Dwi Nugroho menyebutkan pihak PPKK keberatan atas pembongkaran tersebut. “Tadi siang pun melalui saya, Bang Jali sudah bertemu Dirut PPKK,” ujarnya. Namun Dirut tetap akan menempuh jalur hukum kata Prakoso di Jakarta. Rabu,(19/05/18).

Sementara itu, Bang Jali cs beralasan, pembongkaran yang dilakukan mandor pembangunan Polres untuk parkir sementara para pedagang, hanya minta pemakaian satu bulan kedepan, dan akan merapihkan kembali tembok sesuai kondisi semula.

“ Saya sudah meminta kepada Dirut PPKK, namun entah kenapa dia masih bersikeras tidak mau mendengar penjelasan saya” kata Bang Jali di Lenggang Jakarta. Kamis,(20/05/18).

Menurutnya, dirinya dapat tugas dari Panitia Pembangunan Polres “ Ternyata tidak di respon PPKK, malah akan menempuh jalur hukum,,” ujarnya. Ada ketidak adilan pihak PPKK dalam kebijakan. Imbuh Bang Jali.

“ Contoh banyak lahan yang menggangu kepentingan umum dibiarkan. Lahan B1 sendiri digunakan para WTS untuk menjajahkan dirinya ditempat itu setiap malam,” tandasnya. Pembiaran ini jelas menyalahi aturan dan undang undang yang berlaku dalam pengelolaan lahan PPKK.

“ Saya sudah siap apa yang akan terjadi, dan berharap PPKK tetap membantu pembangunan polres,”pungkasnya.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru