Laporan: Mas Ari Hidayat
Banyuwangi- Suara-Publik.com- Siswa siswi yang berada dalam naungan yayasan Miftahul Ulum Bengkak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, malam ini 3/6 peringati malam puncak Nuzulul Qur'an.
Acara peringatan yang di buka sejak tanggal 31 mei hingga 4 juli, diikuti siswa dan siswi kelas 4 sampai kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Miftahul Ulum serta SMK Ibrahimy Miftahul Ulum.
Dalam Nuzulul Qur'an yang digelar selama 3 hari 3 malam, semua siswa dan siswi tidak di ijinkan pulang. "Kegiatan yang terbungkus dengan wadah pondok romadhan, selama acara siswa dan siswi tidak diperkenankan pulang hingga buka dan saurnya ditanggung pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum, terang KH. Mohammad Hayatul Ikhsan. M.Pd.
Dalam ceramah puncak Nuzulul Qur'an, pengasuh meminta agar siswa dan siswi yang bernaung dibawah bendera pesantren agar senantiasa menjadi penjaga Al Qur'an.
"saya berharap santriku yang ada dibawah naungan pesantren Miftahul Ulum menjaga penjaga kitap suci islam yakni Al Qur'an dengan cara mampu menghafal Al Qur'an. Walaupun Allah berjanji dengan diturunkannya Al Qur'an maka Allah sendiri yang akan menjaganya. Namun cara Allah menjaga diantaranya dengan cara hambanya bisa menghafal Al Qur'an", lanjut KH.Hayat panggilan akrab pengasuh pesantren Miftahul Ulum.
Maka, bagi santri tidak boleh berhenti mengaji, biasakan selalu membaca Al-qur'an di jadikan pelatihan untuk membiasakan diri menjadi muslim sejati, lanjutnya.
Editor : Redaksi