Laporan : Mahfud Susyanto
BONDOWOSO, Suara-publik.com - Puluhan kuli tinta yang bertugas di Bondowoso, menggelar aksi keprihatinan dengan menyalakan lilin, di depan monumen gerbong maut Bondowoso.
Aksi tersebut dipicu setelah terjadi kekerasan oleh oknum anggota organisasi politik terhadap kantor Radar Bogor beberapa waktu lalu.
Dalam aksi tersebut, sejumlah Wartawan cetak dan elektronik membakar lilin sebagai wujud dukungan kepada jurnalis yang mengalami kekerasan, dan meminta polisi untuk menindak tegas para pelaku pengerusakan kantor Radar Bogor.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Bondowoso, Haryono, mengutuk keras terhadap pelaku pembakaran kantor Radar Bogor tersebut. Ia meminta kepolisian memproses secara hukum hingga tuntas. "Kejadian itu sudah kelewatan dan harus ditindak, karena itu benar-benar melanggar hukum dan tidak bisa ditolerir,"kata Haryono. Senin malam. (4/6/2018).
Menurutnya, aksi kekerasan terhadap wartawan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab bukan hanya kali ini, tapi sudah seringkali terjadi, dengan aksi 1000 lilin ini PWI dan AJI mendesak penegak hukum agar mengusut para pelaku pembakaran kantor Radar Bogor itu.
"Adanya aksi ini, yang pertama memberikan dukungan kepada korban agar tetap bersemangat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, dan yang kedua juga mendukung kepolisian yang menangani kasus itu,"kata wartawan harian Duta Masyarakat ini.
Editor : Redaksi