Laporan : Mas Ari Hidayat
BANYUWANGI-Suara-Publik.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pagi hari ini melakukan pemantauan proyek pembangunan Jalan Lintas Timur ( JLT ) “JLT ini untuk membuka akses kawasan pinggiran Banyuwangi dari utara hingga selatan.
JLT ini menjadi jalan alternatif yang memperlancar aktivitas ekonomi maupun pendidikan masyarakat,” kata Anas. Menurut Anas, JLT adalah jalan alternatif yang membentang dari sisi utara ke selatan Banyuwangi melalui pesisir pantai. Jalan tersebut dimulai dari wilayah pesisir Kelurahan Lateng yang terletak di Kecamatan Kota, menembus beberapa daerah di Kecamatan Blimbingsari, Rogojampi, lalu Muncar.
Jalan alternatif itu sepanjang sekitar 35 kilometer. “Pembangunan JLT juga untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas menuju Kota Banyuwangi. Karena kami yakin ke depan lalu lintas di Banyuwangi akan semakin padat seiring dengan perekonomian daerah yang terus tumbuh,” ujar Anas.
Pembangunan jalan itu menelan dana Rp32 miliar dengan sistem beton cor dan dilapisi hotmix di bagian atasnya. "Jalan ini kita bangun dengan sitem beton cor yang dilapisi hotmix agar kuat dan tidak gampang rusak karena kondisi tanahnya yang labil,"terang Anas.
Anas mengemukakan, saat ini pemerintah memulai pengerjaan JLT dari ujung utara dan selatan secara pararel. Dari arah utara mulai digarap dari Jalan Belitung, Kelurahan Lateng menuju Pantai Boom dengan konstruksi jalannya menggunakan beton cor berketebalan 10 cm.
“Sengaja kita pakai kontruksi beton cor, karena jalannya menuju ke pantai sehingga membutuhkan rangka yang kuat agar tidak mudah rusak,” ujarnya.
Sementara itu, JLT dari arah selatan dimulai dari arah kawasan Tembokrejo menuju Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Untuk sisi ini, pemerintah tidak membangun jalan baru melainkan hanya memperlebar jalan yang sudah ada. Dari jalan yang lebar sebelumnya 4 meter dilebarkan 6 meter.
“Kami targetkan akhir tahun ini bisa selesai,” kata Anas. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Banyuwangi Mujiono menambahkan, selain JLT, pemerintah juga melebarkan sejumlah jalan atlernatif yang menghubungkan antar desa dan kecamatan.
Di antaranya, jalan lingkar Rogojampi, dari ruas jalan jurusan Desa Labanasem menuju Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat dan jalan menuju Kecamatan Glenmore lewat Kecamatan Sempu. “Pelebaran jalan terusan itu diperlukan mengingat jalan lingkar barat Rogojampi diproyeksi menjadi jalan alternatif kendaraan bertonase berat dari arah Banyuwangi menuju Kecamatan Genteng dan sebaliknya.
Sehingga ini bisa menjadi alternatif jika jalan poros Kota Rogojampi mengalami kepadatan,” pungkasnya.
Editor : Redaksi