Perangi Berita Hoak, Bupati Banyuwangi Gandeng Kemenpolhukam.

suara-publik.com
Foto: Pelayanan Publik di Mall oleh Pemkab Banyuwangi

Laporan: Mas Ari Hidayat

BANYUWANGI, Suara-Publik.com - Berita hoax dan konten-konten negatif yang beredar di media sosial menjadi perhatian serius dari Pemkab Banyuwangi dan Kementrian Politik Hukum dan HAM (Kemenpolhukam) RI. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas akan menggandeng Kemenpolhukam untuk meliterasi warganet Banyuwangi untuk lebih bijak menggunakan medsos.

Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Kemenpolhukam Farizay Irawadi saat berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, “Saya telah menyampaikan pada Pak Bupati tentang salah satu program yang kami lakukan tentang pembekalan literasi sosial media. Dan ternyata Pak Bupati sangat mengapresiasi dan meminta kami untuk memberi pembakalan serupa pada ASN dan netizan Banyuwangi,” kata Farizay.

Kehadiran Farizay di Banyuwangi dalam rangka mengisi materi Upaya Menanggulangi Kejahatan Mass Communication (Cyber Crime, Hate Speech, dan Hoax).

Selain itu, acara Percepatan Capaian Kinerja Semester jajaran Kanwil Kumham Jatim. Farizay melanjutkan saat ini tidak bisa dipungkiri pengunaan medsos tidak hanya dipakai untuk menyebarkan konten positif, tapi juga banyak yang menebarkan konten negatif seperti ujaran kebencian atau kabar bohong.

“Kinerja sebaik apapun jika dihantam oleh hoax ataupun ujaran kebencian (hate speech), maka tidak akan ada artinya. Karena itu semua harus bersinergi menangkal berita negatif dan menyebarluaskan berita positif lewat pembekalan literasi medsos.

Kami menyambut positif Banyuwangi memulai langkah sinergi dengan Kemenpolhukam untuk hal ini,” ujar Farizay. Farizay lalu mencontohkan tentang Mall Pelayanan Publik Banyuwangi. Dia mengaku sudah lama mendengar keberadaan mall pertama di Indonesia telah didirikan kabupaten ini dari media.

Staff Sus ini juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung. Saat meninjau, Farizay mengaku tambah terkesan. “Saya tadi berkeliling, ternyata sudah melayani lebih dari 200 perijinan, dan hampir semua quick service.

Ditambah tidak ada calonya lagi. Sangat menguntungkan masyarakat. Ini lho contoh konten positif yang perlu kita sebarluaskan dibanding berita-berita hoax yang tidak ada artinya,” cetus dia pada awak media 13/7.

Ia juga memberikan masukan pada Banyuwangi terkait penggunaan medsos, dan berkata jika selama ini berita tentang Banyuwangi di media-media mainstream sudah sangat positif. Namun yang terpenting, menurut dia, bagaimana berita itu tak hanya tersaji, tapi juga disebarkan oleh pasukan influencers medsos.

“Banyak media mainstream yang mengabarkan keberhasilan Banyuwangi. Ini harus di-sounding lagi lewat sosmed agar bisa terdengar hingga ke seluruh dunia. Ini salah satu cara menangkal hoax dan konten negatif, minimal mengimbangi” pesannya.

Untuk itu, dia mengajak netizen dan ASN Banyuwangi untuk bersama-sama menggaungkan hal-hal positif daerah ini lewat sosmed.

Terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sangat senang dengan sambutan baik dari pihak Kemenkopolhukam. Pihaknya sangat senang Kemenkopolhukam bersedia membagi ilmunya dengan warganet Banyuwangi untuk membagi ilmunya.

"Kami rencanakan akan diadakan tanggal 20 Juli 2018. Momen ini sekaligus menyambut Pawai Obor Asian Games 2018 yang akan diusung melewati Banyuwangi. Kami ingin warganet Banywuangi bisa menyebarkan spirit Asean Games ini untuk mengharumkan nama Indonesia,” kata Anas.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru