Laporan: Iwan Dayat.
Pasuruan suara-publik.com - Sukarelawan pengatur lalulintas (supeltas) di exit tol kota Pasuruan meraup ratusan ribu hanya dalam Tiga jam. Tidak berfungsinya lampu trafig light di exit tol Pasuruan menyebabkan para supeltas menjalankan aksinya dengan modal bendera merah dan rompi proyek serta masker penutup wajah.
Menurut warga sekitar, Para supeltas tersebut merupakan pekerja proyek di area gerbang tol Pasuruan kota. " Itu bagian dari karyawan proyek mas, yang sejak pagi hingga malam membantu mengarahkan kendaraan yang keluar kalan tol, " Ujar Satuman warga sekitar lokasi exit tol Pasuruan kota.
Dari pantauan suara publik, Ada tiga supeltas yang beraksi di pertigaan menuju pintu gerbang jalan bebas hambatan Pasuruan kota ke Gempol. Hampir setiap kendaraan yang keluar dari exit tol tidak lepas dari cegatan para supeltas yang menunggu uang receh dari para pengemudi yang akan belok kanan menuju perempatan Kebonagung kota Pasuruan.
lampu Trafig light yang hanya menyala warna kuning saja ini belum mendapat tanggapan dari Direktur Tehnik PT. Jasamarga Tol Gempol-Pasuruan Ari Wibowo. Ruas Tol Rembang- Pasuruan telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke 7 Bapak Ir. Joko Widodo pada 22 Juni 2017 lalu.
Tol sejauh 6,6 KM ini merupakan bagian dari Tol Gempol-Pasuruan yang terdiri dari seksi I sejauh 13,90 KM dari Gempol ke Rembang dan yang masih dikerjakan yakni Pasuruan kota-Grati sejauh 13,65 KM yang pengerjaanya terus dikebut, (dyt).
Editor : Redaksi