Dilaporkan Oleh: Iwan Dayat
Malang, suara-publik.com - Pada hari Jumat 24 Agustus 2018 pukul 09.30 wib s/d 10.21 wib di Lapangan Taman Wisata Precet Forest Park Dsn. Precet Ds. Sumbersuko Kec Wagir Kab Malang telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLAH) bertindak selaku Inspektur Apel adalah Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.
Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat 1. Kapolres Malang 2. Dandim 0818/ Kab. Malang - Batu 3. Sekda Kab. Malang 4. Adm Perhutani Kab Malang 5. Danru Polhut Perhutani Kab. Malang 6. PJU Polres Malang 7. Kapolsek Jajaran Polres Malang 8. Kepala BPBD Kab Malang
Dan beberapa satuan diantaranya 1. 1 SST Kodim 2. 1 SST Sat Sabhara Polres Malang 3. 1 SSR Tagana 4. 2 SSR BKSDA 5. 1 SSR Dinas Lingkungan Hidup 6. 1 SST Kehutanan 7. 1 SST BNPB 8. 1SST Damkar Kab Malang 9. 1 SSR RAPI 10. 1SSR Perhutani 11. 1 SSR PMI Kab Malang
Dalam sambutannya Kapolres Malang mengucapan terima kasih dan selamat datang kepada para undangan dan peserta apel Gelar yg hadir dalam Apel kesiap siagaan antisipasi kebakaran hutan dan Lahan (KARHUTLAH)
Isu Karhutlah ini bukan saja menjadi isu lokal dan nasional tetapi sudah menjadi isu internasional. Untuk itu kita harus tanggulangi secara serius bersama2. Kita ingat di tahun 2016 Singapura dan Malaysia protes atas asap Karhutlah dari Indonesia. Tahun 2018 ini di Kalteng ada Citizen Law Suit, dimana mereka menggugat pemerintah atas penanganan Karhutlah yang dianggap belum serius.
Saat ini sedang musim kemarau. Perlu kita antisipasi terkait Karhutlah. Tahun 2017 kita dinilai berhasil, tahun 2018 ini harus lebih aktif lagi. Sinergitas dan keterpaduan antar unsur baik Polri TNI Pemkab dan unsur2 / komunitas masyarakat lainnya sangat vital. Apel ini juga dalam rangka koordinasi awal, urainya.
Masih AKBP Yade Setiawan Ujung, setelah apel siaga dan koordinasi awal ini saya harap kita semua unsur satu visi dan misi dalam rangka menanggulangi Karhutlah ini. Secara garis besar ada 3 hal yg perlu kita lakukan antara lain : (A) Pencegahan 90 % upaya dan sumber daya kita arahkan di bidang pencegahan. Kita semaksimal mungkin mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan. Teknis yang bisa dilakukan seperti: patroli terpadu, update pemetaan data fire indeks, sosialisasi intens kpd masyarakat, dll
(B) Penanggulangan/ Pemadaman Kalau sampai terjadi maka kita harus siap melakukan pemadaman. Hari ini semua alat kita gelar dari segala unsur. Kapanpun dibutuhkan personel dan sarpras harus siap.
(C) Mitigasi Pengurangan/peringanan akibat karhutla yg dialami masyarakat. Ini juga kita harus siap. Minimalisir dampak api, dampak kesehatan, dampak lingkungan dan dampak psikologi, tutupnya.
Editor : Redaksi