Laporan Iwan Dayat.
Pasuruan – Suara Publik - Bupati Pasuruan, H.M Irsyad Yusuf, SE. MMA meluncurkan program Wakmoqidin (waktunya majukan Madrasah Diniyah dan TPQ) serta program Rumahku Surgaku. Program Wakmoqidin dan Rumahku Surgaku Kabupaten Pasuruan ini disusun untuk memajukan dan mendukung aktivitas pendidikan untuk menciptakan generasi, terutama santri yang berkarakter kuat dengan akhlakul karimah.
“Dua program ini untuk memajukan pendidikan dengan menjadikan keluarga sebagai basis, sehingga akan tercipta pendidikan berkarakter dan berakhlakul karimah.
Bahkan untuk itu, saya ajak semua, agar jam 6 hingga 8 malam, untuk mematikan handphone dan televisi. Setelah sholat maghrib, anak-anak bisa mengaji dan belajar dibimbing orang tuanya,” kata Irsyad Yusuf.
Bahkan ajakan untuk mematikan HP dan TV pada jam 18.00-20.00 WIB, dikuatkan dengan Surat Edaran (SE) Bupati Pasuruan, Nomor 421.7/1936/HK/424.014/2018, tertanggal 10 Nopember 2018. SE Bupati Pasuruan berisi himbauan agar mematikan Handphone dan TV sehingga anak bisa belajar ke tempat pendidikan Alqur'an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang dilanjutkan dengan belajar di rumah.
Dalam keteranganya, SE Bupati Pasuruan itu ditujukan kepada seluruh Camat di Kabupaten Pasuruan, seluruh kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan dan seluruh orang tua.
“Program Wakmoqidin ini disusun untuk menyelesaikan persoalan sosial, kriminalitas dan kenakalan remaja, yang jadi ancaman dan tantangan bersama. Melalui Wakmoqidin ini akan menciptakan karakter yang kuat dan menjadikan santri sebagai pembela NKRI dan memajukan Pasuruan,” Tambah Irsyad Yusuf.
Sementara itu, Ketua LP Maarif NU Pasuruan, KH A. Mujib Imron SH.MH menyampaikan untuk mendukung Program Wakmoqidin dan Rumahku Surgaku, LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan, sudah bersiap. Buku panduan yang memadukan pendidikan di sekolah dan TPQ/Madin serta keluarga, sudah disiapkannya.
“Saya yakin Pasuruan akan jadi percontohan daerah lain, karena paling utama adalah penguatan karakter dunia pendidikan. Santri-santri TP dan madrasah diniyah di Pasuruan, akan jadi santri-santri unggulan. Untuk itu, semua pihak di LP Maarif NU, Ustad dan Ustadzah bersama pemangku pendidikan yang lain, telah menyiapkan semuanya sebagai panduan menjalankan program,” ungkap K.H A Mujib Imron yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pasuruan, (dyt).
Editor : Redaksi