Peringati Hari Anti Korupsi, Puluhan Mahasiswa PMII Lakukan Aksi Damai.

suara-publik.com
Foto: Mahasiswa PMII saat orasi.

Laporan : Edo - Situbondo

SITUBONDO ( SuaraPublik.com) - Aksi damai para mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Abdurrahman Saleh Situbondo dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia. Senin (10/12/2018).

Mengawali aksi demo di mulai dari Kantor kejaksaan Negeri Situbondo Jawa timur. Didepan kantor Kejaksaan, para mahasiswa langsung berorasi dan meminta Kajari Situbondo untuk keluar dan menemui para mahasiswa. Namun berhubung Kajari Situbondo tidak ada di tempat, para mahasiswa ditemui oleh Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Situbondo.

Mahasisi PMII menduga kasus UP sebesar Rp 500 juta ada keterlibatan oknum lain. "Untuk itu, kami menuntut kejaksaan mengusut tuntas kasus UP di DPRD tersebut," tegasnya.

Kasi Pidsus Reza Aditya Wardana setelah menemui pengunjuk rasa mengucapkan terima kasih atas kegiatan mahasiswa PMII Abdurrahman Saleh, karena telah memberikan dukungan moril yang besar terhadap kejaksaan dalam pemberantasan kasus korupsi yang ditangani.

"Tidak menutup kemungkinan akan menyusul keterlibatan yang lain," kata Reza.

Usai berunjuk rasa di Kejaksaan Negeri Situbondo para aktivis mahasiswa melanjutkan aksi ke kantor DPRD Situbondo di jalan Kenanga. Puluhan mahasiswa PMII tersebut menuntut dan mempertanyakan kelanjutan proses hukum kasus dugaan korupsi uang persediaan (UP) di DPRD Situbondo yang telah menyeret bendahara dan staf di lingkungan DPRD Situbondo.

Ketua PKC PMII Situbondo Akhmad Juni mengatakan, aksi ini dalam rangka hari anti korupsi se dunia yang sejatinya jatuh pada tanggal 9 Desember 2018. Pihaknya memastikan akan menindaklanjuti jika data-data yang kami miliki sudah lengkap dan valid.

Menurut Akhmad Juni bendahara dan staf tugasnya hanya melakukan pencairan dana dan penerimaan SPJ. Proses itu harus melalui persetujuan ketua dan sekretaris DPRD. "Jika terjadi keteledoran SPJ, maka itu ketua dan sekretaria DPRD harus bertanggungjawab ," kata Akhmad Juni di kerumunan unjuk rasa.

Pihaknya juga berharap para penegak hukum untuk tidak tebang pilih dalam membrantas tindak pidana korupsi. "Harapan kami dengan peringatan Hari Anti-Korupsi ini, Kabupaten Situbondo bisa semakin bersih," tandasnya.

Dalam aksinya, para aktivis mahasiswa ini mendapat pengawalan dan pengamanan dari personil Kepolisian Resort Situbondo.( edo)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru