Laporan: Tom
SURABAYA, Suara Publik - Dalam rangka melakukan pengamanan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, (Pilpres) tahun 2019, Polrestabes Surabaya mengelar Apel Pasukan Pam Pemilu 2019 di lapangan Mapolrestabes Surabaya, Jum'at (22/3/2019).
Sebanyak 4600 petugas gabungan TNI, Polri dan Pol PP juga KPU Surabaya mengikuti apel kesiapan di halaman Mapolrestabes Surabaya dan akan siap mengamankan Pemilu.
Bertindak selaku pimpinan upacara Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan dan Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto.
Nantinya, dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu Polisi, TNI dan Pol PP akan berpusat di Mapolrestabes Surabaya.
Kapolrestabes dalam sambutannya mengatakan, petugas gabungan akan melibatkan dua pertiga kekuatan untuk ikut dalam pengamanan. "Kami membentuk "Operation Desk" bersama pihak TNI dan Satpol PP yang berpusat di Coment Center, nanti setiap hari dalam waktu 23 hari mereka duduk bersama melakukan kegiatan-kegiatan terkait dengan Keamanan," kata Rudi, Jum'at (22/3/2019).
Untuk kerawanan, menurut Rudi, setiap daerah itu pasti ada kerawanan. Kerawanan itu ada berbeda-beda, salah satunya adalah kondisi daerah. Seperti salah satu contoh Tambaksari yang TPS nya cukup banyak, wilayahnya cukup besar dan warganya paling besar.
Kemudian tempat TPS-TPS yang semakin menjauh dari tempat keramaian juga bisa mengundang kerawanan. "Itu juga salah satu bentuk kerawanan. Dalam hal waktu perhitungannya ini juga menjadi suatu kerawanan," tambah Rudi.
Dalam apel gelar pasukan ini, disamping ribuan personil juga dipamerkan kendaraan pendukung berupa mobil dan sepeda motor, persenjataan dan juga Anjing Pelacak (K9).
Apel Gelar Pasukan ini diselenggarakan di seluruh jajaran, dengan tujuan untuk mengecek kesiapan personil, sarana dan prasarana yang diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan, dengan demikian pemilu tahun 2019 akan dapat terselenggara dengan aman, lancar dan damai,:" tutup Rudi.( tom)
Editor : Redaksi