Disambati Pedagang Pasar Induk Bondowoso Banyak Yang Bocor, Wabup Irwan Nilai Bangunannya Gagal Kontruksi.

suara-publik.com
Foto: Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengamati bangunan Pasar Induk didampingi Pj Sekda Agung Tri Handono, Kepala Diskopperindag Sigit Purnomo, dan Kepala Satpol PP Aris Agung(atas). Keliling melihat kondisi seluruh bangunan Pasar Induk(bawa

Laporan : Guido Saphan

BONDOWOSO,(suara-publik.com) - Gerakan Jumat Bersih di Pasar Induk Bondowoso yang diikuti Bupati Salwa Arifn dan Wabup Irwan Bachtiar Rahmat pada Jumat pagi (22/3/2019), tidak disia-siakan para pedagang untuk menumpahkan keluhannya.

Tak pelak, Wabup Irwan yang didampingi Pj Sekda Agung Tri Handono, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopperidag), dan Kepala Satpol PP Aris Agung Sungkowo yang berkeliling melihat kios-kios Pasar Induk disambati para pedagang.

Mereka menyampaikan kepada Wabup Irwan, bahwa sejumlah titik bangunan bocor jika turun hujan. Bahkan, menurut pedagang, air hujan kerap menggenangi sejumlah titik bangunan lantai atas. Selain itu, pedagang di lantai atas mengeluhkan masih banyaknya pedagang sayuran berjualan di bawah sekitar jalan Pasar Induk. Padahal, tempat bagi penjual sayur disediakan di lantai atas.

100%

”Pokoknya banyak bocor dan air selalu banyak di lantas atas, kalau hujan. Ini bikin semua penjual bingung menempatkan barang jualan,”kata seorang penjual sayuran.

Wabup Irwan yang disambati pedagang menilai, adanya sejumlah titik bocor yang dikeluhkan pedagang, dikarenakan bangunan Pasar Induk Bondowoso gagal konstruksi. Mengingat, bangunan pasar induk yang belum setahun dibangun, sudah banyak mengalami kerusakan. ” Makanya saya katakana bangunan Pasar Induk ini gagal kontruksi dan perencanaan. Sudah bocor, pembuangan tidak ada, dan sebagainya yang tidak sesuai harapan,” katanya.

Wabup asli Bondowoso ini memperkirakan pembangunan Pasar Induk tidak membuat Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Karena, kontraktor tidak memikirkan bagaimana jatuhnya air. Selain itu, sudah banyak titik di sejumlah bagian bangunan yang bocor.

”Saya yakin dia (kontraktor, red) tidak memikirkan bagaimana jatuhnya air, limbah, dan sebagainya. Bisa jadi, tidak ada amdalnya. Kalau ada amdal dan UKL-UPL, konstruksi bangunan pasti tidak seperti ini,” jelasnya.

Karena itu, Wabup Irwan mengatakan, kontraktor harus bertanggung jawab. Meskipun sudah diserahterimakan, namun masih belum memasuki 10 tahun. Sehingga, dia mengaku, kedepan tidak segan memberikan sanksi pada para kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah asal-asalan.

”Kontraktor-kontraktor yang semacam ini, asal bangun, akan kita berikan sanksi. Mereka harus bertanggung jawab,” tegasnya. Padahal, tambah Wabup Irwan, informasinya anggaran pembangunan Pasar Induk sekitar Rp 50 milliar. Namun, hasilnya tidak berfungsi maksimal.

Semestinya, Pasar Induk bisa menjadi pasar tradisional yang dimanage modern. Karena, bangunan telah memenuhi standar, tapi kenyataannya tidak sesuai harapan. ” Tolong nanti kontraktornya siapa yang buat ini. Saya tidak mau tau siapa dia, mau anggota dewan, atau siapa pun itu. Kalau perlu diblack list dan kejaksaansupaya turun menyelidiki,” katanya.

Sementara Bupati Salwa menilai Gerakan Jumat Bersih di Pasar Induk Bondowoso merupakan langkah positif. Karena itu, harus didukung semua pihak dan dilakukan berkesinambungan dan rutin.

Ikut dalam gerakan ini Dandim 0822 Letkol Inf. Tarmuji, sejumlah kepala OPD Pemkab Bondowoso, anggota TNI, Polri dan Brimob, serta Satpol PP. Dalam gerakan ini, juga dilakukan penertiban dengan memindahkan pedagang dari trotoar ke lokasi Pasar Induk. (*)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru