Pekerjakan 105 Warga Untuk Panen Cabai, Wujud Padat Karya Kades Jambewungu, Disnaker Wajib Beri Reward.

suara-publik.com
Foto: Kades Petung Kecamatan Pakem, Dedy Pranoto, ikut jadi mandor panen cabai milik Kades Jambewungu (atas). 105 Warga sekitar yang menikmati padat karya panen cabai milik Kadesnya.

Laporan Redaksi

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Dinas Tenaga Kerja Bondowoso khususnya dan Pemkab Bondowoso umumnya mustinya memberi penghargaan atau Reward pada warganya yang bisa memberi lapangan kerja tetangga sekitarnya. Sebab angka garis kemiskinan yang masih tinggi, akan berangsur turun bila Pemkab mengutamakan program padat karya yang melibatkan warga asli Bondowoso.

Seperti halnya yang dilakukan Abdul Khalik, salah satu Warga desa Jambewungu Kecamatan Wringin, yang sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Desa setempat. Walaupun dirinya sebagai Kades, ternyata ia juga berprofesi sebagai petani cabe. Meski harga cabe masih belum stabil dan relatif murah, Kades Jambewungu ini masih berharap harga cabe naik, dan bisa meraih untung.

Sementara lahan yang ditanami cabe mencapai 1 hektar itu saat ini panen yang kedua. Dalam memanen cabai yang ditanam, Abdul Khalik mengerahkan 105 orang pekerja. Sebuah kegiatan padat karya yang memberi lapangan kerja pada warga sekitar. Dan patut dijadikan Pilot Projek(percontohan) bagi desa lainnya.

100%

Sebelumnya, hasil panennya mencapai 1,4 ton, dengan harga 8 ribu. Namun, harga tersebut masih belum mampu menutupi modal yang ia keluarkan. Khalik mengatakan, kalau melihat hasil produksi memang lumayan bagus dan lebat. Hanya saja harganya yang masih murah dan belum bisa menutupi biaya produksi.

"Mudah-mudahan saja panen kedua ini harganya naik, dan bisa berbagi dengan masyarakat yang bekerja. Karena ongkos pekerja sebanyak 2 ribu rupiah, perkilogramnya," katanya. Minggu, (25/3/2019).

Informasi harga cabe pada hari ini, kata Khalik, sudah mulai naik dikisaran 10 ribu, dan hasil panen kedua ini diperkirakan mencapai 2,5 ton, selama dua hari. Diperkirakan hasil panen hari pertama sekitar 1,5 ton, dan hari kedua 1 ton.

"Ini kan masih belum panen raya, kalau panen raya biasa lebih banyak dari panen yang kedua. Semoga saja hari ini ada kenaikan harga diatas 10 ribu. Tapi kalau melihat situasi kayaknya cabe akan terus naik," katanya sambil berharap.

Selain itu, Kades Khalik, mengungkapkan, selama menjadi petani cabe, dirinya tidak pernah meninggalkan tugasnya sebagai Kades, ia dapat membagi waktu antara tanggungjawab sebagai pejabat dan petani, sehingga dirinya tetap memberikan pelayanan terhadap rakyatnya.

"Latar belakang keluarga saya kan petani, jadi saya tidak bisa meninggalkan pertanian, bahkan kegiatan ini suatu kesempatan untuk mengajak masyarakat agar meningkatkan pertanian, baik itu cabe, padi, jagung, singkong dan yang lainnya," ungkapnya.

Menurutnya, mayoritas warga masyarakat Bondowoso pekerjaannya setiap hari ada petani dan buruh tani, dan diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten dapat mengucurkan programnya kepada masyarakat petani sesuai dengan potensi yang ada. Apalagi, menjelang musim kemarau ini petani banyak membutuhkan program yang berkaitan dengan pangan, tutupnya.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru