Laporan Iwan Dayat.
Probolinggo Suara Publik - Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto dan juga Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal dan Forkopimda Kabupaten Probolinggo menyambut langsung kedatangan Rombongan Panglima TNI dan Kapolri pada hari selasa ( 2/4/2019 ).
Tebar senyum tampak terlihat dari rombongan pimpinan tertinggi TNI Polri dan didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal, Pejabat utama Polda Jatim dari Irwasda Polda Jatim, Dirbinmas Polda Jatim dan Dansat Brimob Polda Jatim.
Kunjungan kali ini merupakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi TNI POLRI kepada Alim Ulama, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di wilayah Jawa Timur khususnya di wilayah Probolinggo. Selanjutnya Rombongan menuju Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
Setiba di Ponpes Nurul Jadid, Panglima TNI dan Kapolri disambut langsung oleh KH. Muhammad Zuhri Zaini Mun'im selaku pengasuh Ponpes beserta seluruh Keluarga Besar Ponpes, Dosen dan Guru Pengajar serta Santriwan dan Santriwati Ponpes Nurul Jadid sebanyak 750 orang di Aula Rektorat Universitas Nurul Jadid.
Dalam sambutannya Pengasuh Ponpes Nurul Jadid.KH. Muhammad Zuhri Zaini Mun'im, mengucapkan selamat datang kepada Bapak Panglima TNI dan Kapolri di Ponpes Nurul Jadid Ds. Karanganyar Kec. Paiton Kab. Probolinggo. Sesuai dengan Tema, "Ngaji Kebangsaan dalam rangka mempererat Persatuan dan Menjaga Kesatuan membangun Indonesia Berkeadaban".
KH Muhammad Zuhri Zaini Mun'im menceritakan sejarah singkat berdirinya Ponpes Nurul Jadid. Yang didirikan pada tahun 1950 oleh pendiri ponpes KH. Zaini Mun'im yang berasal dari Madura hingga sekarang.
"Yang wajib kita teladani adalah perjuangan para pendiri dalam melawan penjajah bertujuan untuk menyatukan Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai perbedaan sehingga kita wajib menjaganya." tegas pengasuh Pondok pesantren tersebut.
Dalam sambutannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan betapa pentingnya menjaga Persatuan dan Kesatuan karena negara Indonesia adalah negara yang Plural dan terdapa banyak kekayaan Suk serta Budaya sehingga jangan sampai mudah terpecah belah.
Oleh karena itu merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga Kebhinnekaan, salah satunya adalah dengan cara tidak mudah terprovokasi dengan berita HOAX yang tidak jelas kebenarannya bahkan cenderung mengandung unsur perpecahan bangsa.
Editor : Redaksi