Laporan Cipto Haryono.
BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Panitia Pemungutan suara (PPS) desa Cangkring Kecamatan Prajekan mengeluh, lantaran honor bulan Maret tidak direalisasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga para petugas dilapangan kurang bersemangat.
PPK Prajekan Sugeng Riyadi, mengaku, kekecewaan PPS desa Cangkring kepada KPU karena Honor dan Operasional PPS bulan Maret 2019 yang belum diberikan termasuk honor bulan April 2019 juga belum diterima.
"Jadi kita sekarang ini terpaksa seperti relawan bahkan Bimtek untuk PPS pun terpaksa didanai dari hasil iuran para pengurus, jadi mereka harus menalangi dulu meskipun sejauh ini mereka tidak tahu kejelasannya anggarannya " keluhnya.
Sugeng Riyadi kembali menegaskan, perlu dicatat bahwa isu yang berkembang jika hak PPK tidak segera diberikan maka sejumlah PPS akan melakukan aksi mogok kerja mengingat kami sudah kerja maksimal. "ini harus diantisipasi oleh KPU, agar pelaksanaan pemilu berjalan dengan baik dan lancar," imbuhnya.
Kendati demikian, menjelang pemilu yang tinggal dua hari ini, PPK dan PPS di Kecamatan Prajekan tetap menjalankan tugas sebagai mana mestinya. Seperti desa Cangkring, 50 Kotak suara berikut alat peraga mulai didistribusikan ke sejumlah desa dua hari jelang pelaksanaan Pilpres dan Pileg Rabu (17/4/2019).
Anggota PPS desa Cangkring, kecamatan Prajekan kabupaten Bondowoso Riswandi mengatakan, pada Senin (15/4/2010) pihaknya telah menerima 50 kotak suara diangkut menggunakan pick-up.
Sebelumnya, ada 30 buah yang sudah diterima, menyusul pengiriman yang ke dua sebanyak 20 buah. "Jadi semua yang kita terima ada 50 buah kotak SUARA,"kata Riswandi.
Menurutnya, sebanyak 50 kotak suara ini akan didistribusikan ke 10 TPS, yang terdiri dari lima macam kertas suara. Antara lain, kotak suara untuk Presiden dan Wapres, DPR RI, DPRD Propinsi termasuk alat peraga baik logistik, ATK, dan lainnya.
"Sementara untuk kesiapannya PPS dan TPS sudah siap melaksanakan pemilihan meskipun kendala hujan," terang Riswandi di balai desa Cangkring.
Editor : Redaksi