Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Wabup Bondowoso Study Banding Olahan Singkong ke Salatiga.

suara-publik.com
Foto atas: Wabup Irwan bersama Walikota Salatiga. Bawah: Kepala Diskoperindag dan Asiaten 1 Bondowoso bersama Pengusaha Singkong Salatiga.

Laporan Guido Saphan

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Didampingi Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag), Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, melakukan study banding terkait hasil produk olahan singkong, dikota Salatiga Jawa Tingah. Study tersebut dilakukan agar secara ekonomi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berbasis singkong bisa variatif dan punya prospek ekonomi, sehingga bisa bersaing di pasar global.

100%

Menurut Kadis Koperindag Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo, study banding ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dalam rangka mewujudkan program Bondowoso Melesat. "Study banding ini merupakan strategi mendasar untuk mengurangi jumlah KK miskin (pra-KS) yang tergabung dalam UMKM, karena strategi penumbuhan kelompok wira- usaha baru keluarga pra-KS dengan memanfaatkan potensi UMKM lokal potensial,"kata Sigit Purnomo.

Selanjutnya, untuk hasil study banding ini kemudian menjadikan mereka sebagai kelompok wirausaha yang mandiri karena sudah memiliki karakteristik dan wawasan dalam pengembangan usaha. "Termasuk salah satunya jaringan pemasaran, dan lain-lain.

Dari hasil study banding ini, UMKM nantinya dapat memiliki keterampilan yang lebih modern, yaitu usaha olahan singkong,"imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengemukakan, study banding ke kota Salatiga ini, bagian dari konsep untuk menuju Bondowoso melesat. Sehingga kedepan UMKM potensial di Bondowoso dapat meniru UMKM Kota Salatiga.

"Alhamdulillah, kedatangan kami dari Bondowoso disambut baik oleh Walikota Salatiga, Bapak Yulianto, sehingga kami banyak diperkenalkan dengan peserta UMKM yang sudah sukses mengolah singkong yang modern,"kata Wabup Irwan.

Disamping itu, Bondowoso yang selama ini sebagai penghasil singkong yang sebagian besar diolah menjadi tape. Namun, dari hasil study banding ini, olahan singkong dapat dijadikan industri rumah tangga yang layak bersaing dipasar global. "Kedepan UMKM Bondowoso dapat menjadi olahan singkong sebagai pilihan yang strategis, karena mengkombinasikan antara kebutuhan pasar dari potensi ketersediaan ubi kayu yang ada di Bondowoso,"tegasnya.

Wabup menambahkan, ketersediaan singkong di Bondowoso memang menurun, karena kondisi pasar yang cenderung naik turun, sehingga petani singkong beralih ketanaman lain. Padahal singkong adalah tanaman yang multiguna dan memiliki potensi ekonomi tinggi sebagai sumber mata pencaharian masyarakat karena ubi kayu dapat diolah menjadi aneka pangan olahan yang memiliki keunggulan gluten free sehingga aman untuk dikonsumsi bagi penderita penyakit gula darah.

"Oleh karena itu, nanti saya akan mengajak semua potensi yang terkait untuk melakukan terobosan dan menghidupkan kembali tanaman singkong yang kemudian diolah menjadi makanan yang modern. Dan yang paling penting adalah membangkitkan makanan tape sebagai ikon Bondowoso,"pungkasnya.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru