Peringati HUT Bondowoso ke 200 Tahun, UMKM Padati Pecinan.

suara-publik.com
Foto: Kawasan Pecinan Bondowoso di Malam Hari.

Laporan Redaksi.

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Untuk yang pertama kalinya sepanjang jalan PB Sudirman di Kelurahan Blindungan Kecamatan kota di Kabupaten Bondowoso inidijadikan kawasan Car Free Night pada perayaan hari jadi Bondowoso (harjabo) ke-200 tahun. 

Puluhan pengusaha mikro kecil menengah (UMKM) mendirikan tenda di sepanjang kawasan wisata warisan budaya (heritage) ini. Komunitas pedagang pun ikut berpartisipasi memeriahkan Harjabo yang berlangsung mulai 29 Juni sampai 7 Juli 2019. "200 tahun ini adalah moment yang sangat monumental. Dan mereka bergerak untuk Bondowoso," kata Wakil Bupati Bondowoso, H. Irwan.

Menurut Irwan, selama seminggu, pertokoan di kawasan pecinan akan memberi diskon besar-besaran. Ini salah satu upaya untuk menarik minat masyarakat datang ke Car Free Night. Irwan Bachtiar berharap, di usia Bondowoso yang ke-200 ini masyarakat Bondowoso betul-betul sudah dewasa dalam berfikir dan bertindak sehingga bisa merawat kebhinekaan yang ada di Bondowoso.

"Bondowoso milik semua golongan, siapapun berhak memeriahkan Harjabo, termasuk komunitas pedagang pecinan di sepanjang jalan PB Sudirman yang mayoritas etnis Cina," katanya.

Selain Car Free Night ada juga Pasar Rakyat yang dipusatkan di Alun-Alun Ki Ronggo. Puluhan UMKM juga mendirikan tenda di kawasan ini.

Irwan Bachtiar mengaku upaya ini merupakan bagian untuk mewujudkan Bondowoso Melesat, yaitu mandiri ekonomi, lestari, sejahtera adil dan terdepan. "200 tahun Bondowoso harus melesat," tandasnya.

Peringatan Harjabo ke-200 dibuka pada Sabtu, 29 Juni 2019 yang dikemas dengan berbagai acara mulai dari nyekar ke Makam Ki Ronggo, arak-arakan 200 gunungan, penampilan seni budaya oleh 23 kecamatan hingga drama kolosal Babat Nababan yang mengisahkan asal mula Bondowoso.

"Bondowoso tidak boleh aus, harus terus kita tampilkan agar masyarakat Bondowoso memahami asal muasal Bondowoso, kalau perlu sejarah ini kita masukkan ke dalam muatan lokal di sekolah-sekolah," imbuh Irwan Bachtiar.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru