MOJOKERTO(suara-publik.com)-Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) menjadi program primadona. Bagaimana tidak, setiap desa mendapat bantuan sebesar Rp.250.000.000,- dari APBN Perubahan TA 2013. Di Desa Begagan Limo, Kecamatan Gondang-Mojokerto, PPIP dialokasikan untuk pembuatan jembatan. Sayangnya, pada pelaksanannya diduga terjadi penyimpangan.
Investigasi suara-publik.com (Suara Publik Grup) di lapangan mengamati, bangunan jembatan tersebut sangat tidak layak jika dikaitkan dengan besarnya dana yang mencapai ratusan juta rupiah.
Sumber kepada suara-publik.com mengatakan, dana PPIP itu sepertinya untuk membangun jembatan. “Tukang las yang bikin jembatan itu, bukan warga Desa Begagan Limo,” akunya.
Sumber mengaku, pada waktu menggali tanah dan membuat pondasi, warga sini banyak yang disuruh kerja bakti secara bergilir selama kurang lebih Dua minggu,” kata sumber.
Lanjut sumber, “Bahan batu yang dibuat pondasi mengambil dari sungai yang dibangun jembatan itu. Namun kalau soal dananya jembatan itu berapa, saya gak tahu. Jadi saya itu selaku masyarakat sekitar, tidak pernah tahu berapa total dana PPIP yang diterima oleh desa sini,” paparnya.
Ketua Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) PPIP yang juga mantan Kades Begagan Limo, Misri kepada suara-publik.com mengatakan, “Jangan tanya dan ngomong bahan batu saja! Soalnya OMS membangun jembatan itu, dananya sudah membengkak. Bahkan dananya sekarang sudah habis,” ketus Misri.
Misri membenarkan bahan batu yang dibuat untuk pasang pondasi itu mengambil dari sungai di dekat jembatan. (tawi)
Editor : Pak RW